Berbagai Pengalaman Tentang Ruby

Berbagai Pengalaman Tentang Ruby
Peserta Start Surabaya Mission 2.0 saling berbagi pengalaman di Spazio, Kamis (9/4/2015). Avit hidayat/enciety.

Salah satu cara yang efektif untuk menimba banyak ilmu adalah dengan saling berbagi. Inilah salah satu metode Start Surabaya menggodok para peserta Mission 2.0 agar lebih kompak dan solid.

Seperti terlihat, Kamis (9/4/2015), para peserta saling bertukar pikiran dan belajar satu sama lainnya. Mereka bergiliran menceritakan masing-masing pengalamannya. Sementara salah satu peserta menceritakan berbagai idenya, peserta yang lain kemudian menyerap ilmu yang layak untuk ditimba.

“Belajar hal baru bagi beberapa orang mungkin suatu hal yang enggan dilakukan. Tapi di Start Surabaya para peserta harus banyak belajar berbagai pengalaman dan ilmu yang belum mereka temui. Ini mengapa kita kumpulkan anak-anak muda Surabaya dengan berbagai background,” beber Dwi Putri Puspita Lasim, fasilitator Start Surabaya Mission 2.0 kepada enciety.co.

Seperti yang dilakukan salah seorang peserta Start Surabaya Mission 2.0, Adam Pahlevi Bayhaqi. Pria lulusan UCSI University di Kuala Lumpur Malaysia ini seorang programming. Ruby adalah bahasa pemrograman yang saat ini sedang ia gandrungi.

“Ruby ini merupakan bahasa pemrograman dengan object oriented. Karena itu saya rekomendasikan bagi teman-teman Start Surabaya yang sedang mulai develop apps. Ini sangat cocok sekali,” katanya.

Selain jago Ruby, Adam juga sudah menulis banyak buku tentang pemrograman. Jadi, sudah tak diragukan lagi kemampuan dia. Dari hasil presentasi sebentar itu membuat teman-teman Start Surabaya Mission 2.0 lainnya memiliki ilmu baru dan jadi tertarik untuk belajar Ruby lebih dalam.

“Dengan cara seperti ini mereka bisa saling share dan membantu satu sama lainnya. Jadi tidak ada yang sulit untuk dilakukan,” terang Putri, perempuan yang juga jebolan Start Surabaya Mission 1.0 yang sudah membuat sejumlah aplikasi ini. (wh)