Beras Melimpah, Pedagang Bersaing Jual Murah

Beras Melimpah, Pedagang Bersaing Jual Murah
Salah satu pedagang di Pasar Beras Bendul Merisi Surabaya mengecek ketersediaan beras yang melimpah di gudangnya, Kamis (2/4/2015).

Masuk masa panen padi yang terjadi di hampir seluruh daerah di Jawa Timur membuat ketersediaan beras pun melimpah. Tidak terkecuali yang terjadi di Surabaya. Saking melimpahnya, saat ini pedagang beras saling bersaing untuk menjual beras yang jauh lebih murah.

Sudarno (59), pedagang beras di Pasar Beras Bendul Merisi, Surabaya, mengakui saat ini ketersediaan beras di Surabaya begitu banyak. Bahkan saking banyaknya pasokan beras, membuat dirinya kesulitan mencari pembeli.

Untuk mendapatkan pembeli ia kemudian melakukan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan berani bersaing untuk menawarkan beras dengan harga yang cukup murah.

“Kalau sebulan yang lalu beras premium harganya sampa Rp 10 ribu per kilo, sekarang ini saya berani mematok hingga Rp 8.500 per kilo,” bebernya saat ditemui enciety.co, Kamis (2/4/2015).

Kata Sudarno, jika pihaknya tak berani bersaing untuk menekan harga beras maka otomatis pembeli akan lari dan memilih tempat yang lain. Bahkan selain itu, pria yang sudah puluhan tahun sebagai pedagang beras ini mengaku menjual beras satu karung dengan berat 25 kg hanya Rp 200 ribu saja.

“Kalau tidak seperti ini, pembeli ya tidak ke sini. Ini sudah saya pasang harga murah saja masih sepi. Karena telah banyak pedagang beras yang menjual keliling kampung dan dengan harga yang cukup terjangkau,” bebernya.

Selain Sudarno, pedagang beras lainnya juga merasakan persaingan yang sama. Seperti halnya dengan Herman (45) yang mengaku memasang harga beras terendah senilai Rp 7.500 sampai Rp 8 ribu saja.

“Walau harganya murah tetap saja pembeli sepi. Akhirnya sedikit banyak ini mempengaruhi omset kami,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Surabaya, Widodo Suryantoro melalui pesan singkatnya menjelaskan bahwa saat ini pasokan sejumlah komoditas dan harga beras cukup di pasar tradisional. “Otomatis kalau ketersediaan banyak harga juga pasti turun,” ujarnya. (wh)