Berapa Harta Fuad Amin? Ini Perinciannya

fuad-amin-pemain-kecil-ada-koruptor-yang-lebih-besar-di-jatim-7Q1d8oV7wf
Ketua DPRD Bangkalan yang juga mantan Bupati Fuad Amin Imrin telah ditangkap KPK sejak Desember 2014 lalu. Kendati begitu, sampai saat ini, penangkapan tersebut masih juga menyisakan tanda tanya. Terutama menyangkut kekayaan yang dimiliki pejabat yang akrab dipanggil Kanjeng ini.
Dari rilis yang diberikan KPK, total aset yang disita drai Fuad Amin sejak Januari 2015 sebesar Rp 250 miliar serta 14 rumah dan apartemen. Aset ini diduga dari hasil pencucian uang yang dilakukan kader Partai Gerindra ini. “Dalam penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas nama FAI, penyidik sejak Januari 2015 hingga hari ini telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah asset FAI,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui pesan singkat, Sabtu (21/2/2015).
Selain uang dan rumah Fuad Amin, KPK juga menyita 70 bidang tanah dan bangunan, termasuk butik milik istrinya dan kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Bangkalan. Priharsa mengatakan, sejumlah aset Fuad yang disita KPK tersebar di Jakarta, Bangkalan, Surabaya, dan Bali. “Ada juga satu kondominium dengan 50-60 kamar di Bali,” kata Priharsa.
Tidak hanya itu, sebanyak 19 mobil milik Fuad Amin pun tak luput dari penyitaan. Sejumlah mobil itu disita KPK di Jakarta, Surabaya, dan Bangkalan Dalam kasus pencucian uang, Fuad disangkakan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 25 Tahun 2003 KUH Pidana.
Penelusuran kasus ini bermula sejak penetapan Fuad Amin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli gas alam di Bangkalan, Jawa Timur. KPK menangkap Fuad pada Selasa (2/12/2014) dini hari di rumahnya di Bangkalan.
Saat penangkapan, KPK juga menyita tiga koper besar berisi uang lebih dari Rp 3 miliar yang diduga suap dari PT Media Karya Sentosa. PT MKS bermitra dengan PD Sumber Daya dalam menyalurkan gas hasil pembelian dari PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore untuk pembangkit listrik tenaga gas di Gili Timur Bangkalan dan Gresik. (bst)