Beraktivitas Lagi, Risma Kunjungi Liponsos

Beraktivitas Lagi, Risma Kunjungi Liponsos
Wali Kota Tri Rismaharini bertemu anak-anak yang tinggal di Liponsos, Kamis (30/1/2014).

 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya beraktivitas lagi, Kamis (30/1/2014). Ini setelah hampir sepekan wanita berjilbab tersebut dikabarkan sakit.

Kemarin, Risma kunjungi lingkungan pondok sosial (Liponsos) Kalijudan. Sekitar satu jam Risma bercengkrama dengan puluhan anak-anak berkebutuhan khusus yang tinggal disana.

“Saya ini sebetulnya ndak boleh masuk. Tenggorokanku ini masih luka. Tetapi, bertemu dengan anak-anak ini bisa memotivasi saya. Saya bisa bangkit karena cobaan saya ternyata tidak ada apa-apanya dengan anak-anak ini. Mereka ini tidak punya orang tua tetapi tetap bisa menikmati hidup,” ujar Risma. Saat Risma kunjungi Liponsos ia terlihat belum sehat betul. Suaranya terdengar serak.

Kata Risma, sebelum pelantikan wawali dirinya sudah sakit, dia terserang flu dan demam. Dokter lantas mengharusnya istirahat. Namum, pada hari Minggu, sakitnya bertambah parah. Ini lantaran ia kehujanan. Sehingga dokter memaksanya untuk istirahat total.

“Saya paham pasti timbul berbagai asumsi di masyarakat maupun teman-teman media ini. Tapi, ya mau bagaimana lagi, memang saya harus istirahat total dan tidak boleh masuk kerja. Selama hampir satu minggu itu saya hanya beristirahat di rumah, tidak kemana-kemana, hanya pergi ke dokter saja,” akunya. “Ini saja kalau malam masih batuk-batuk terus,” imbuhnya saat Risma kunjungi Liponsos.

Soal ramainya pemberitaan, terutama tentang hubungannya dengan Wawali yang baru dilantik, Wisnu Sakti Buana, Risma menjelaskan akan segera bertemu dengan wakil wali kota yang baru.

“Saya belum (ketemu). Tadi pagi saya ke kantor terus ke dokter. Nanti saya akan ketemu kalau sudah sehat. Kan ndak enak kalau ketemu sekarang nanti ketularan,” sambung salah satu nominator wali kota terbaik di dunia ini.

Saat Risma kunjungi Liponsos juga menyampaikan bahwa secara personal, antara dirinya dengan Wisnu tak ada masalah apapun. Ini juga sebagai bentuk klarifikasi terkait pemberitaan yang berkembang di media bahwa hubungan wali kota dengan wawali kurang harmonis.

Hanya, terang Risma, dirinya berharap segala sesuatunya harus berjalan sesuai prosedur. Ini terkait mekanisme pemilihan wawali di Panitia Pemilihan (Panlih) DPRD Surabaya yang tidak dilalui. “Kalau pribadi aku ndak ada masalah (dengan wawali). Tapi saya berharap itu sesuai prosedur, ada prosesnya. Teman-teman pemkot harus pegang itu (prosesnya), karena ini kan persoalan publik. Jangan sampai nanti imbasnya ke pemerintahan,” jelasnya.

Terkait isu mundur dari jabatannya, Walikota Risma menegaskan dirinya akan menjelaskan kabar tersebut. “Nanti dilihat saja, nanti saya akan ngomong lagi,” ujarnya.(wh)