Beradaptasi di Era Digital

Beradaptasi di Era Digital

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya. foto:arya wiraraja/enciety.co

Harus cepat beradaptasi. Itulah yang dibutuhkan manusia jika tidak ingin ketinggalan zaman. Di mana perkembangan zaman sudah semakin cepat, seperti di era digital sekarang yang sangat dipengaruhi cepatnya arus informasi dan komunikasi yang dapat melahirkan berbagai macam produk baru.

Dulu, handphone yang kebanyakan digunakan hanya sebatas untuk mengirim pesan singkat dan untuk menelepon. Namun kini, keberadaan handphone bukan hanya sekedar sebagai alat komunikasi, tapi juga dapat diartikan sebagai sebuah asisten pribadi yang multifungsi.

Handphone yang masih kita gunakan saat ini fungsinya sangat tebatas. Begitu juga dengan manusia, jika tidak dapat berubah bakal tergilas oleh perkembangan zaman.

Seiring hadirnya era zaman digital, kita mengenal istilah intelligence system. Dalam arti informasi dihargai atas ketepatan waktu, relevansinya, detail dan keakuratannya. Intelligence system juga dapat disebut dengan data aktif.

Di era digital sekarang ini, panduan-panduan data sangatlah penting. Referensi data yang dibutuhkan dapat ditemukan sangat mudah.

Ada tiga istilah penting yang harus dipahami. Yakni unlearn, relearn dan renew. Unlearn, dalam istilah tersebut kita harus mampu secara cerdas menanggapi perubahan. Dengan kata lain, kita harus cepat move on menghadapi perkembangan zaman. Jangan sampai kita hanya mengeluh mengapa keadaan saat ini berubah dan tidak seperti dulu tanpa melakukan apa-apa.

Relearn, dalam istilah ini manusia di era digital harus mampu mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi. Manusia era digital secara tidak langsung dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang cepat berubah seperti sekarang ini.

Renew, dalam istilah tersebut manusia di era digital musti mampu lebih kreatif menciptakan sesuatu yang baru. Mau tidak mau, jika kita ingin bertahan dalam zaman digital, kita harus dapat beradaptasi dengan cara menciptakan hal yang baru. Jangan sampai kita kaget dan tidak siap dengan perubahan teknologi dan komunikasi.

Di era digital, manusia tidak boleh merasa aman dan nyaman. Karena ke depan bakal banyak pekerjaan yang nantinya dapat digantikan oleh mesin atau software.

Jika dulu seseorang sangat kesulitan jika harus berpergian ke daerah atau tempat baru. Namun sekarang dengan bantuan Google map aplikasi panduan navigasi, kita tidak lagi takut tersesat ketika kita pergi ke tempat-tempat baru. Kita juga tidak harus repot bertanya dengan orang lain untuk dapat sampai ketujuan kita.

Selain itu, di era digital standar kebutuhan menjadi berubah dengan hadirnya perkembangan di sektor informasi dan teknologi. Ada beberapa pekerjaan yang dapat digantikan oleh mesin atau software. Salah satu yang paling menonjol adalah pekerjaan administrasi.

Sebelumnya, kita harus antre lama di bank untuk menabung, namun kini hal itu mulai berubah dengan hadirnya mesin ATM setor tunai. Kita hanya perlu mengakses mesin ATM dan kita dapat menabung dengan menggunakan mesin ATM setor tunai tersebut.

Mau tidak mau manusia zaman digital harus belajar untuk berkembang dan berubah. Perkembangan dan perubahan tersebut adalah sebuah tuntutan yang harus dilakukan. Kita mengenal istilah machine learning. Di mana pekerjaan untuk 5 sampai 10 orang kini dapat dilakukan secara singkat dan mudah oleh satu software.

Perkembangan tersebut bukan lantas menghilangkan peran atau fungsi manusia. Ada beberapa pekerjaan yang tidak dapat digantikan oleh perkembangan zaman, di antaranya pekerjaan merancang sistem dari fungsi kerja software.

Ke depan, pekerjaan manusia bakal beralih lebih kreatif atau dengan menggunakan ide dan lebih mengandalkan soft skill. Sisi positifnya, keberadaan tenaga kerja manusia bakal lebih dihargai. Selain itu, nilai kemanusiaan bakal juga semakin tinggi.

Dengan kata lain, kita tidak perlu khawatir karena perkembangan zaman ini malah membantu tugas dari manusia, bukan malah menghilangkan fungsi pekerjaan dari manusia itu sendiri.(wh)