Ber-Gadget Ria Saat Makan Cenderung Kurang Gizi

Ber-Gadget Ria Saat Makan Cenderung Kurang Gizi

Para orang tua yang membiarkan remajanya menggunakan perangkat elektronik saat nonton TV atau makan keluarga, cenderung kurang bergizi. Sebuah studi terbaru yang ditulis Reuters Health, Jumat (3/1/2014), menunjukkan, remaja yang ber-gadget ria saat makan juga miskin komunikasi dengan keluarganya.

Bertahun-tahun sebelumnya, para peneliti telah menyarankan agar mematikan TV pada saat makan. Tapi, kemunculan ponsel dan gadget lainnya membuat anak-anak dapat membawa semua jenis media ke meja makan.

“Temuan penelitian ini menunjukkan, penggunaan media saat makan adalah umum di masyarakat. Namun itu menetapkan aturan agar anak-anak dan remaja mengurangi gadget akan membawa manfaat positif lainnya juga,” ujar peneliti utama Jayne A. Fulkerson. Fulkerson adalah direktur dari Pusat Penelitian Promosi Kesehatan Anak dan Keluarga di University of Minnesota School of Nursing, Minneapolis.

Ia menjelaskan, orang tua bisa membuat beberapa aturan terkait penggunaan gadget pada waktu makan. Tujuannya agar orang tua menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak mereka.

Fulkerson dan rekan-rekannya menanyai lebih dari 1.800 orang tua. Pertanyaannya mencakup seberapa sering anak-anak remaja mereka menonton TV, berbicara di telepon, mengirim sms, bermain game, atau mendengarkan musik dengan headphone selama makan bersama.

Mereka pun menanyakan orang tua, apakah mereka menetapkan aturan tentang penggunaan gadget saat makan dan apakah mereka merasa makan bersama keluarga itu penting. Sementara anak-anak diminta menjawab pertanyaan tentang seberapa baik komunikasi keluarga mereka, termasuk seberapa sering mereka berbicara tentang masalah dengan orang tua.

Hasilnya, dua pertiga dari orang tua melaporkan bahwa kadangkala remaja mereka menonton TV atau film selama makan keluarga. Seperempatnya mengatakan sering menonton TV.

Sementara responden mengaku jarang mengetik SMS, berbicara di telepon, mendengarkan musik dengan headphone, dan menggunakan handheld. Menurut temuan yang dipublikasikan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, antara 18 sampai 28 persen dari orang tua melaporkan kegiatan tersebut terjadi pada saat makan. Persentase kemungkinan anak perempuan menggunakan gadget lebih besar daripada anak laki-laki, bergantung tingkat usia.

Para orang tua pun jarang menerapkan aturan bebas gadget saat makan bersama. Seringkali, mereka enggan mengkomunikasikannya pada anggota keluarga soal itu.

Fulkerson lantas melanjutkan, waktu makan adalah sarana yang baik meningkatkan perasaan keterhubungan antara orang tua dan anak. Walau tidak berlaku bagi setiap keluarga, cara tersebut cocok bagi banyak orang.

“Tidak ada rumus pasti berapa kali makan keluarga yang harus dilakukan. Tidak semua makanan saat makan bersama itu harus 100 persen sehat dan menggunakan gadget saat makan tidak selalu buruk. Misalnya saja sesekali makan malam sambil menonton film bareng,” jelasnya. Tapi orang tua dapat melakukan hal-hal sederhana, kata Fulkerson, untuk memiliki waktu yang berkualitas dengan anak-anak mereka. Yakni dengan mengurangi penggunaan gadget pada waktu makan.