Bentuk Satgas Waspada Investasi, OJK Gandeng Stakeholder Jatim

Bentuk Satgas Waspada Investasi, OJK Gandeng Stakeholder Jatim

Untuk mempermudah pengawasan dan menindaklanjuti banyaknya pengaduan tindak kejahatan Investasi bodong, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membentuk Satgas Waspada Investasi.

Di tingkat nasional, Satgas Waspada Investasi telah terbentuk pada Juni 2016 yang lalu. Untuk wilayah Jawa Timur pada September 2016, juga telah terbentuk.

“Sebelumnya Satgas Waspada Investasi ini telah terbentuk di wilayah Malang dan Jember beberapa waktu lalu,” ungkap Dani Surya Sinaga, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 1 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IV Jawa Timur, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (23/9/2016).

Dia menjelaskan, pada Senin (26/9/2016), para stakeholder Jawa Timur, seperti Gubernur, Bank Indonesia, Kapolda, Kajati, Dinas Koperasi, Departemen Agama dan seluruh intansi terkait, akan membahas pembentukan Satgas Awas Investasi.

“Sebagai lembaga pengawas keuangan yang dibentuk oleh pemerintah, OJK telah berkomitmen untuk mewujudkan sistem perekonomian Indonesia yang bersih dan sehat. Untuk itu, kami butuh peran serta dan kerjasama dari seluruh stakeholder yang ada,” kata dia.

Dalam kesempatan sama, Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya menjelaskan, ada sekitar Rp 96 triliun uang masyarakat yang disalahgunakan dalam investasi.

“Contohnya, dalam investasi dalam bidang komoditas seperti menanam pohon serta investasi dana umrah dan haji yang hingga melibatkan negara Philiphina yang lalu. Untuk dapat mengatasi tersebut, hal yang harus dilakukan masyarakat dengan melek informasi, jangan malu untuk bertanya kepada OJK jika ingin berinvestasi,” urai pakar statistic itu itu. (wh)