Bemuatan Pornografi, MUI Minta Polisi Tarik Mie Bikini

Bemuatan Pornografi, MUI Minta Polisi Tarik Mie Bikini

foto:istimewa

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur meminta kepada pihak kepolisian untuk menarik peredaran makanan ringan mie bihun yang bermerk Bihun Kekinian (Bikini). Disinyalir, peredaran makanan ringan tersebut telah beredar luas mulai dari Banten, Makassar dan Surabaya.

Pernyataan penarikan terhadap makanan ringan tersebut dikeluarkan oleh Ketua MUI Jatim, KH Abdusshomad Buchori.  “Wah, produk ini harus ditarik dari peredaran dan saya minta pihak berwenang untuk segera mengamankannya,” tegas KH Abdusshomad Buchori di sela-sela acara Pengukuhan Pengurus MUI Jatim dan rapat paripurna di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (3/8/2016).

Dalam kemasan Bikini tersebut, terpampang jelas gambar lekuk tubuh wanita yang hanya mengenakan baju dalaman berwarna biru. Walaupun hanya gambar lukisan, namun gambar tersebut bermuatan pornografi. Produk mie kemasan dengan nama ‘BIKINI’ bihun kekinian ini, juga terdapat tulisan remas aku pada bagian bawah yang bergambar rok mini

Juga di kemasan atas sebelah kanan ada logo seperti halal bertuliskan warna hitam yang dikeluarkan oleh MUI. “Saya lihat produk ini berkonten pornografi dan sangat merugikan masyarakat terutama kepada anak-anak. Untuk logo halal semuanya bisa membuat dengan jalan menyablon atau mencetak dan menempelkannya di kemasan. Namun akan saya cek pada dokumen apakah benar kami mengeluarkan fatwa halal kepada makanan ringan ini,” ujar dia. (wh)