Belanda dan Dubai Minati Wisata Gunung Rinjani

Belanda dan Dubai Minati Wisata Gunung Rinjani

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (Asppi) NTB JN Wirajagat mengungkapkan bahwa wisatawan Belanda dan Dubai meminati wisata Gunung Rinjani di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Perwakilan “buyers” (pembeli) dari Negeri Kincir Angin lebih menyukai wisata gunung, terutama yang bernuansa “adventure” seperti pendakian Gunung Rinjani, dan Gunung Tambora.

Sementara wisatawan Dubai lebih menyukai objek wisata sejuk seperti di kaki Gunung Rinjani yakni Sembalun Kabupaten Lombok Timur, dan Senaru Kabupaten Lombok Utara.

Sedangkan wisatawan Malaysia tidak spesifik, atau umumnya menyukapi beragam objek wisata di wilayah NTB, seperti pantai, pegunungan dan pulau-pulau kecil.

“Intinya, beragam objek wisata di NTB dimintai wisatawan mancanegara, termasuk dari Belanda, Dubai dan Malaysia. Tentu ini potensi bisnis pariwisata yang menjanjikan,” ujar Wirajagat.

“Table top” itu digelar Asppi NTB bekerja sama dengan pengelola Museum Negeri NTB, dan pihak terkait lainnya. Pesertanya terdiri dari penjual sebanyak 41 orang, dan pembeli sebanyak 104 orang.

Para penjual merupakan pelaku pariwisata yakni pengelola hotel dan restoran, serta pengelola objek wisata di Pulau Lombok, Sumbawa, dan pulau-pulau kecil (gili) di wilayah NTB.

Sedangkan para pembeli merupakan perwakilan agen perjalanan wisata atau pelaku pariwisata, termasuk dari luar negeri dan yang berkesempatan hadir dari Belanda, Dubai, dan Malaysia.

Pasar wisata itu, merupakan suatu arena kegiatan interaksi antara perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang pariwisata atau paling tidak lembaga lembaga yang terkait.

Versi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, jumlah hotel berbintang di wilayah NTB terdata sebanyak 40 unit dengan kapasitas kamar sebanyak 2.453 unit, yang menyebar di enam kabupaten/kota yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok tengah, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa. (atr/bh)