Belanda Beri Bantuan Beasiswa untuk Masyarakat dan Mahasiswa

Belanda Beri Bantuan Beasiswa untuk Masyarakat dan Mahasiswa

foto: ilustrasi

Pemerintah Belanda melalui sejumlah lembaga memberikan bantuan beasiswa kepada masyarakat dan dan mahasiswa Indonesia. Ini dilakukan untuk mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan.

“Pemerintah Belanda ingin memberikan beasiswa kepada profesional, dan masyarakat umum. Beasiswa yang kami berikan nantinya memang tidak hanya khusus untuk mahasiswa saja. Seluruh masyarakat boleh mengirimkan aplikasinya untuk memperoleh beasiswa Pemerintah Belanda,” kata Direktur Nuffic Neso Indonesia Marvin Baker, Jumat (3/2/2017).

Melalui Studeren in Nederland (StuNed) atau Studi di Belanda, masyarakat boleh mengirimkan aplikasinya untuk mendapatkan persetujuan terkait pemberian beasiswa. “Pengiriman dan seleksi memang langsung kami lakukan secara online,” imbuh Marvin.

Ada beberapa prioritas kajian bilateral yang mendapat prioritas utama untuk beasiswa pemerintah Belanda. Tetapi memang tidak menutup kemungkinan untuk bidang-bidang lainnya yang dapat diminati masyarakat atau mahasiswa Indonesia, tetap terbuka.

“Sesuai prioritas kerjasama bilateral antara Indonesia dan Belanda, beberapa bidang kajian menjadi prioritas kami. Yaitu, Perdagangan Internasional, Keuangan dan Ekonomi, Transportasi, (Agro)logistic dan Infrastruktur, Keamanan dan Penegakan Hukum, serta Agro-Pangan dan Hortikultura,” tambah Marvin.

Sementara itu, ditambahkan Rolly Intan Rektor Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, bahwa bidang-bidang kajian atau ilmu pengetahuan tertentu memang menjadi ciri khas atau unggulan bagi pemerintah Belanda.

“Bidang konstruksi khususnya jembatan dan bendungan misalnya, Belanda dikenal sangat unggul. Kajian-kajian unggulan semacam itu juga diharapkan banyak diminati mahasiswa dan masyarakat umum, sehingga dapat diaplikasikan bagi masyarakat secara luas,” ujar Rolly.

Ia melanjutkan, beasiswa untuk masyarakat diberikan dengan catatan telah memiliki profresionalisme pada bidang kerja atau studi yang diminati, maka kesempatan untuk memperoleh beasiswa ini semestinya jadi pertimbangan pengembangan pendidikan.

“Tidak ada larangan atau batasan guna mengembangkan pengetahuan. Siapapun boleh dan berhak untuk mengembangkan diri, pengetahuan dan keterampilannya,” pungkasnya. (wh)