Belajar Susun Laporan Laba Rugi

 

Teks foto: Sutie Rahyono ajarkan pelatihan menyusun keuangan bagi ibu-ibu PE di Kaza, Sabtu (14/10/2016).

Bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) hingga pengusaha sukses, diperlukan untuk dapat menyusun laporan laba rugi usaha. Dengan penyusunan tersebut, diharapkan akan diketahui perkembangan usaha yang sedang digelutinya tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Sutie Rahyono kepada ratusan ibu-ibu Pahlawan Ekonomi (PE) di Kapas Krampung Plaza (Kaza). Sutie mengatakan jika laporan laba rusi usaha terdiri dari omzet, modal dagang, laba kotor, biaya rutin, laba operasi cadangan kelangengan dan laba sebelum pajak.  “Penyusunan laporan laba rugi usaha tersebut agar diketahui oleh pelaku UKM atau pemilik usaha agar bisa mengamati perkembangan laba usaha yang dikelolanya,” terang Sutie Rahyono, Sabtu (14/10/2016).

Ia meneruskan, penjualan atau pendapatan usaha terdiri dari penjualan dagangan utama, bonus atau hadiah pembelian, hasil penjualan barang buangan seperti alat bekas misalnya kardus, botol, perca dan lainya serta perhitungan hasil penyewaan alat produksi.

Untuk biaya modal dagang sendiri dibedakan yang terdiri dari belanja, transport, dagangan titipan, upah dan dagangan rusak

Sedangkan untuk pengeluaran kebutuhan rutin, Sutie menyebutkan adanya bayar cicilan, listrik, air, pulsa, belanja dapur, gaji karyawan dan perawatan alat. “Begitu juga dengan promosi yang dilakukan, harus tertulis juga di buku ini. Baik untuk pembuatan kartu nama, brosur dan ongkos transport,” ujarnya sambil menyebutkan cadangan kelangengan terdiri dari sewa stand atau warung dan peralatan.

Sutie menekankan, jika ibu-ibu PE  harus mencatat di sela-sela produksi dan harus rutin. Diharapkan pengerjaan laporan tersebut jangan sampai akhir bulan karena terkadang lupa. “Juga jangan loncat-loncat nanti terjadi kecurangan pembukuan,” terusnya.

Sutie sendiri menegaskan dirinya akan menagih ibu-ibu PE dalam minggu depan sudah menyelesaikan membuat 5 buku yang ada nota atau kwitansi penjualan atau pembelian barang. “Bawa buku 5 dengan warna berbeda agar mudah membelajarinya. Bila tidak maka ibu-ibu tidak diperkenankan masuk karena itu berarti ibu-ibu belum siap jadi pengusaha besar,” kata Sutie dengan tertawa.

Bila masih belum jelas, Sutie menyilahkan untuk melontarkan pertanyaan kepadanya baik melalui handphone atau email sambil menyebutkan emailnya adalah sutie_r@yahoo.com dan no handphonenya 08128218206. “Silahkan menanyakan kepada saya dan akan saya jawab hingga tuntas,” tukasnya.  (ram)