Belajar Sablon Tak Perlu Takut Bereksperimen dengan Warna

Belajar Sablon Tak Perlu Takut Bereksperimen dengan Warna

Pelatihan sablon Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall, Sabtu (11/8/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Menumbuhkan nyali bereksperimen dengan warna dalam proses produksi sablon menjadi satu pekerjaan rumah peserta pelatihan Pejuang Muda Surabaya. Pasalnya, banyak di antara mereka yang menolak pesanan lantaran terkendala detail warna.

“Banyak contoh kasus, para pemula menolak order karena terkendala detail warna sablon. Karena harus menguasai teknik mencampur warna alias warna custom,” ujar Ahmad Arief, mentor pelatihan sablon Pejuang Muda, disela acara pelatihan di Kaza City Mall, Sabtu (11/8/2018).

Menurut Arief, usaha sablon bukan cuma urusan mencetak dan mewarnai semata. Namun prosesnya seperti melukis. Butuh jiwa seni tinggi untuk menghasilkan produk sablon berkualitas.

“Seperti yang saya sebutkan, proses menyablon ini butuh jiwa seni yang tinggi. Terutama pada saat proses mencampur warna. Kita dapat menghasilkan varian warna-warna baru yang menarik kalau kita berani bereksperimen,” ucap Arief.

Dijelaskan Arief, sebelum mencampur warna, perhatikan kondisi dari alat-alat sablon yang digunakan dalam keadaan bersih. Karena dengan kondisi yang bersih, hasilnya akan maksimal.

“Dalam hal pewarnaan, kondisi alat-alat yang dipergunakan juga sangat mempengaruhi. Jadi saran saya, setelah dipakai, alat-alat sablon itu harus segera dibersihkan,” papar dia.

Arief mengaku bersyukur, saat ini sudah ada beberapa peserta pelatihan yang telah mandiri. “Sebulan, mereka mampu mengumpulkan pemasukan di atas UMK (upah minimum kabupaten/kota) Surabaya,” ungkap dia. (wh)