Belajar Puasa, Mahasiswa Jepang Bagi-Bagi Takjil

 

Belajar Puasa, Mahasiswa Jepang Bagi-Bagi Takjil

Belasan mahasiswa Jepang yang belajar di Universitas Dr Soetomo (Unitomo), mempunyai cara tersendiri untuk ikut melaksanakan ibadah puasa Ramadan yang wajib dijalankan oleh umat muslim. Mereka yang menjadi mahasiswa pertukaran sejak 5 bulan tersebut, belajar menjalankan sahur dan berbuka di homestay family-nya (rumah sementara yang disediakan oleh kampus red) setiap harinya.

Kini, mereka tidak hanya puasa saja, tetapi mereka juga belajar untuk berbagi dengan membagikan takjil bagi masyarakat yang berada di depan kampus. Dengan mengenakan kerudung, belasan mahasiswa tersebut membagikan bubur kacang hijau bagi masyarakat depan kampus.

Shoko Maekawa, salah satu mahasiswa Jepang disela-sela membagi takjil, Senin (21/7/2014), mengatakan dirinya baru pertama kali ini merasakan nikmatnya puasa sebulan penuh. Ia yang mengaku beragama Budha tersebut harus menyesuaikan diri dengan iklim Surabaya yang panas.

“Kalau di Jepang cuacanya tidak seekstrim sini panasnya. Tetapi sebelumnya di Budha memang ada puasa tetapi tidak sebulan penuh ya,” kata dia.

Menurutnya, puasa dalamIslam memang mengajarkan untuk belajar empati terhadap masyarakat sekitar. Baik kaya maupun miskin wajib untuk menjalankannya. “Jadi ibadah puasa ini universal untuk semua golongan,” serunya.

Saat ditanyakan tentang kerudung, wanita berkulit putih ini langsung menjawab bahwa dirinya enjoy untuk memakainya. Namun karena panas maka keringat sering keluar dirambut. “Akan saya coba besok ketika pulang di Jepang,” janjinya. (wh)