Belajar Komik Strip dari Faza Meonk

Belajar Komik Strip dari Faza Meonk
Faza Meonk, menjadi mentor di d’Preneur, di Dyandra Convention Hall, Minggu (15/6/2015). Arya wiraraja/enciety.co

Peluang berkarya di industri kreatif sangat terbuka lebar. Salah satunya lewat komik. Itulah yang tersaji dalam d’Preneur, sebuah acara pelatihan untuk anak-anak muda kreatif di Kota Surabaya di Dyandra Convention Hall, Minggu (15/6/2015) lalu.

Faza Meonk, komikus yang visual artist, yang menjadi mentor, mengatakan untuk membuat sebuah komik lengkap dengan gambar yang menarik terlebih dahulu di susun sebuah konsep dalam bentuk skrip.

Skrip dalam komik terbagi menjadi empat bagian, pertama, pengenalan karakter. Kedua, cerita apa yang mau kita angkat, dan ketiga kita harus membuat pembaca menjadi penasaran. Tterakhir adalah klimaks. Buat akhir cerita yang tidak bisa diduga oleh para pembaca,” ungkap Faza.

Faza telah banyak menelurkan komik-komik seru khas anak muda. Salah satu hasil karyanya yang terkenal adalah Juki. Karakter Juki adalah tokoh komik yang menggambarkan seorang anak Betawi yang santai dan nyeleneh, namun Juki selalu diliputi keberuntungan.

Ia lalu menceritakan awal pertama saat membuat sebuah komik. “Saya mulai bikin komik pada 2011, pada dasarnya saya suka baca komik. Kebanyakan hasil karya saya terinspirasi dari keseharian saya,” ungkapnya.

Untuk menciptakan sebuah hasil karya yang menarik dibutuhkan sebuah keberanian. Ia mengatakan, dalam menciptakan karya komik, seseorang dapat menceritakan hal-hal yang sederhana yang menarik.

“Untuk menciptakan hasil karya kreatif, kita harus memikirkan sesuatu yang tidak dipikirkan orang lain,” tegas dia.

Faza juga memberikan pengertian komik strip dan bagaimana perkembangannya dalam beberapa tahun terakhir. Komik strip cenderung bertema komedi, dan biasanya ditemui di halaman koran atau majalah. Tetapi seiring sengan perkembangan teknologi, media untuk komik strip semakin luas.

Anda yang menggemari komik tentu pernah melihat ‘Si Juki’, ‘Benny & Mice’, hingga ‘Garuda Boy.’ Meme juga bisa dikategorikan sebagai komik strip.

Menurut pria kelahiran Bandung, 23 Agustus ini, semua orang bisa membuat komik strip. Selain komedi, komik strip juga bisa bertema kritik, sosial, hingga politik. Faza pun memberikan tips bagaimana membuat komik dan bisa viral dalam waktu singkat.

“Intinya bercerita, jika tidak bisa menggambar, bisa pakai bantuan yang sudah ada. Komik itu media untuk penyampai pesan,” terang Faza. (wh)