Belajar dari UMKM: Berani Sukses dan Tangguh Bertahan

Belajar dari UMKM: Berani Sukses dan Tangguh Bertahan

Unung Istopo Hartanto, peneliti senior Enciety Business Consult

Besarnya gejolak perubahan cepat yang terjadi saat ini, bagi UMKM tentu seperti berhadapan dengan risiko baru. UMKM harus mampu mengendalikan ketidakstabilan atas pergerakan ketidakpastian yang berlangsung terus menerus. Ada kebutuhan bagi UMKM untuk cepat mengambil tindakan dan berupaya memahami bagaimana mensolusikan perubahan ini. Yakni dengan membangun layanan atau produk baru dalam mindset baru yang lebih positif.

Pandemi ini memaksa kita semua, termasuk UMKM, untuk berubah. Termasuk sektor mamin, misalnya. Layanan makan di tempat berubah menjadi layanan antar. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari perilaku pelaku usaha kecil menengah ini.

Di kawasan Pandugo, Rungkut, Surabaya, ada sebuah warung makan tahu campur. Karyawannya anak-anak muda. Mereka paham betul, apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan pelanggan. Mengoptimalkan sosial media, promosi yang terus dibuat, menguatkan ingatan pelanggan tentang produk-produk baru yang diluncurkan. Menariknya pada layanan antar. Konsumen diberi sms tautan tagihan.

Kecepatan untuk terus menjalin hubungan erat dengan pelanggan ini menjadi nilai tambah bagi UMKM. Pemanfaatan aplikasi digital invoice sangat memberikan sesuatu yang surprising bagi pelanggan. Bagi pemilik warung makan, mungkin ukuran keberhasilan bukan hanya profit atau lancarnya cash flow, tapi sudah mampu berbagi pada orang lain. Saat puasa, warung ini sering membagikan porsi tahu campur untuk berbuka bagi orang-orang tak mampu di sekitar masjid.

Namun bagi karyawannya, anak-anak muda, daya ungkitnya adalah kebebasan berinovasi dalam upaya memuaskan pelanggan. Tetap unik untuk memiliki terobosan dalam intimasi hubungan dengan pelanggan. Salah satunya adalah mengirimkan pesan kepada pelanggan terkait perubahan harga produk baru atau lokasi. Bahkan pelanggan yang memesan di satu tempat, tatkala persediaan habis, akan dikirim dari lokasi lain. Kebetulan ada beberapa lokasi warung makan ini di Surabaya.

Keberanian sukses dan tangguh bertahan dalam hadapi pandemi ini sangat banyak bisa dipelajari dari pelaku-pelaku UMKM lainnya. Meski pun ada juga UMKM yang bertahan dengan keyakinan kualitas produknya yang bagus. Menjadikan ini dasar untuk tetap memiliki pelanggan loyal. Sehingga butuh panduan dan pendampingan agar mereka mampu melakukan lompatan yang harus dilakukan untuk makin panjang napas dan daya juang pasarnya. Salah satunya dengan melakukan regenerasi. Sehingga bukan hanya capaian finansial yang dikejar, tetapi juga sebuah legacy kemanfaatan.

Pun bagi peneliti, kecepatan perubahan ini memandu untuk senantiasa belajar. Model cara UMKM untuk berani sukses dan tangguh dalam mode bertahan ini akan memberikan indikator dan dimensi baru dalam memotret kepuasan dan loyalitas pelanggan dengan benar dan makin asyik.

Salam. (*)