Bekali UKM agar Terhindar dari Iming-Iming Produk Keuangan Abal-Abal

Bekali UKM agar Terhindar dari Iming-Iming Produk Keuangan Abal-Abal

Pelatihan ketrampilan untuk pelaku UKM Pahlawan Ekonomi yang dihelat saban minggu di Kaza City Surabaya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Bekali UKM agar Terhindar dari Iming-Iming Produk Keuangan Abal-Abal
Pelatihan ketrampilan untuk pelaku UKM Pahlawan Ekonomi yang dihelat saban minggu di Kaza City Surabaya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan pelatihan berinvestasi kepada pelaku usaha menengah (UKM) pantas diapresiasi. Ini karena pelaku masyarakat pintar dan pandai dalam berusaha serta mengelola keuangan usahanya. Berikut bagian akhir laporan Agus Wahyudi, jurnalis enciety.co.

PERTUMBUHAN pelaku usaha kecil menengah (UKM) sungguh pesat. UKM yang tergabung di Pahlawan Ekonomi saja sudah tembus 2.640 UKM di penghujung  2015. Sebagian UKM sudah go international. Dari jumlah UKM itu, kini sudah membantu mengentas perekonomian tetangganya masing-masing. Sedikitnya, 2.000 orang terserap untuk membantu kegiatan produksi pelaku UKM Pahlawan Ekonomi.

Keberadaan UKM tersebut sangat membantu perekonomian, apalagi jelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada awal Januari 2016 mendatang. Memang butuh perjuangan keras dan tak kenal lelah untuk mewujudkan pelaku usaha yang tangguh. Dan hal itu harus bisa dibuktikan lantaran tidak ada yang mungkin dalam berusaha.

Kita bisa melihat sekarang, berapa banyak pelaku UKM yang sudah berhasil mengekspor produknya ke luar kota, ke luar pulau, bahkan ke luar negeri. Ini membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Hanya kemauan, ketelatenan, dan sikap mau menerima perubahan yang bisa mengantar mereka meraih harapan yang lebih baik.

Pahlawan Ekonomi sendiri mengakomodasi pelaku usaha untuk mengembangkan diri. Hal itu diakui pakar statistika ITS, Kresnayana Yahya. Menurut dia, sejak dimulai tahun 2010 lalu, Pahlawan Ekonomi telah melakukan pembinaan warga dari tingkat kelurahan. Kemudian dilanjutkan di tingkat kecamatan, dan dibuatlah roadshow serta kegiatan bersama.

“Pahlawan Ekonomi meyakinkan warga untuk bisa berproduksi. Terserah bisanya masak, ya masak, atau pelatihan aksesoris dan perlengkapan rumah tangga. Semuanya diajarkan disana,” ujar Kresnayana yang mengaku intens mengikuti perkembangan Pahlawan Ekonomi.

Dia lalu mengungkapkan, periode pertama Pahlawan Ekonomi hanya diikuti 82 orang dan sekarang sudah mencapai 2.640 ribu orang. “Di kota sebesar Surabaya, ada 6 persen saja yang bergerak bersama dan bukan dari perusahaan, maka kota tersebut bakal berubah perekonomiannya,” jelas tandasnya.

Tulang Punggung Ekonomi

Akselerasi pertumbuhan UKM sangat bisa terjadi bila ada dukungan banyak pihak. Kehadiran OJK salah satunya. Terlebih OJK bakal mengeluarkan produk khusus bagi para pelaku UKM.

Seperti disampaikan anggota Dewa Komisioner OJK Firdaus Djaelani saat menghadari launching Pahlawan Ekonomi 2015 di Kaza City pada 31 Mei 2015.  Dia menegaskan. produk khusus bagi para pelaku industri kecil terkait dalam pengelolaan dan pengawasan keuangan. Ia menyebutkan produk ini bagian dari komitmen dan kepedulian OJK kepada para pelaku ekonomi kecil. Khususnya dalam bijak bersikap di industri keuangan.

“Layanan ini semacam hotline yang buka 24 jam. Mulai memberi edukasi, konsultasi dan advis kepada para pelaku UKM terkait dalam industri keuangan yang ada di Tanah Air,” tutur dia.

Kata Firdaus, OJK memiliki tanggung jawab besar untuk memberi perlindungan dan pemahaman utuh pada para pelaku ekonomi dalam berhadapan dengan industri keuangan dan produk yang dihasilkan. Jangan sampai, pelaku usaha terbujuk atau terjerumus dalam produk keuangan abal-abal yang biasa dikenal dengan investasi bodong.

“Ini menjadi tanggung jawab kita. Jangan sampai, para pelaku ekonomi kecil ini habis atau tertipu oleh produk keuangan yang tidak jelas,” tegas dia.

Dalam pemahaman OJK, para pelaku ekonomi mikro ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Bahkan, mereka menjadi penyelamat kala ekonomi nasional terguncang. Salah satu penyebab kenapa Indonesia tak terimbas dengan krisis ekonomi saat ini adalah banyaknya para pelaku usaha mikro ini. Mereka yang menjadi pilar sehingga kita tak mudah goyang.

Firdaus juga memuji eksistensi Pahlawan Ekonomi. Bahkan, tanpa ragu, dia menyebut Surabaya sangat siap menyambut diberlakukannya MEA tahun depan.

Hal senada disampaikan Anggota Dewan Komisioner OJK Nurhaida. Kata dia, OJK secara khusus mengapresiasi keberhasilan Surabaya dalam mengembangkan ekonomi kreatif. “Perkembangan Surabaya di bidang perdagangan dan jasa ini dinilai sebagai aset yang berharga untuk bisa bersaing di MEA 2015 mendatang,” ujar dia.

Nurhaida juga mengatakan, lewat pelatihan secara kontinyu, pelaku usaha  akan semakin cepat mengetahui segala seluk-beluk investasi, menjadi entrepreneuer, maupun mengelola keuangan yang baik.

Dukungan memajukan usaha mikro sepantasnya memang bukan hanya lewat slogan saja. Dibutuhkan kesungguhnya dan bukti nyata agar di sektor ini bakal terus bertumbuh dan membesar. Kita tentu bangga, banyak masyarakat yang pada akhirnya bisa mandiri dan mampu menjadi tuan dan nyonya di rumahnya sendiri ketika pasar bebas diberlakukan. Bekal ketrampilan dan menjual produk saja saja tidak cukup. Karena pelaku usaha mikro juga harus melek keuangan. (wh/habis)