BEI Masih Suspen Saham Bakrie Sumatera Plantation

 

BEI Masih Suspen Saham Bakrie Sumatera Plantation

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEO) masih lakukan suspen  saham PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP). Pemicunya, perusahaan milik Bakrie ini  tak bisa bayar bunga obligasi senilai USD 100 juta (Rp 1,1 triliun). Pekan lalu sahamnya dihentikan di harga Rp 50 per lembar. Sahamnya memang sudah berhenti bergerak dalam beberapa bulan terakhir. Juni lalu sempat naik ke Rp 51 per lembar tapi setelah itu turun lagi.

Kinerja perusahaan yang terhambat harga loyonya harga sawit jadi penyebabnya. Namun hingga triwulan pertama tahun ini, kinerja Bakrie Sumatera sudah mulai membaik.

Seperti dikutip dari situs BEI, Senin (22/9/2014), perusahaan mencatat omzet Rp 659 miliar dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya hanya Rp 481 miliar. Perusahaan juga mencetak laba Rp 296 miliar dari sebelumnya rugi Rp 62 miliar.

Namun kinerjanya ini tidak berbanding lurus dengan sahamnya yang masih gocap. Padahal lima tahun lalu sahamnya empat berada di titik tertinggi sebesar Rp 1.010 per lembar. Anak usaha Grup Bakrie itu mengaku akan bernegosiasi dengan para trustee alias pemegang obligasi atas event gagal bayar ini.
“Saat ini terlalu dini untuk menyampaikan hal-hal yang dapat membatalkan negosiasi yang dilakukan, karena sebagian besar lenders telah menyatakan komitmennya untuk mendukung proposal yang akan dilakukan perseroan,” ujar Direktur Bakrie Sumatera Balakrishnan Chandrasekaran. (dtc/ram)