BEI: Lot Size Fraksi Harga Diterapkan Sesuai Rencana

BEI: Lot Size Fraksi Harga Diterapkan Sesuai RencanaBursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan perubahan satuan saham dalam lot (lot size) dan fraksi harga saham (tick price) yang baru sesuai dengan waktu yang direncakan pada 6 Januari 2014.

“Anggota Bursa (AB) sudah siap semuanya. Jadi, lot size dan tick price akan dilakukan pada 6 Januari 2014,” ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Jumat (3/1/2013).

Ia menambahkan perusahaan vendor data juga telah siap menerapkan sistem perdagangan saham sesuai kebijakan baru dari Bursa Efek Indonesia.

Ito mengharapkan bahwa realisasi lot size dan tick price dapat meningkatkan likuiditas pasar modal Indonesia sehingga nantinya mendorong pertumbhan jumlah investor domestik.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Kepatuhan Anggota BEI, Samsul Hidayat menambahkan, seluruh Anggota Bursa telah menyampaikan kesiapannya untuk melakukan sistem baru itu.

“Tujuannya untuk meningkatkan likuditas. Artinya, masing-masing bisnis AB akan membesar dengan meningkatnya likuiditas. Besok (Sabtu, 4/1), dilakukan `testing` operasional yang terakhir, uji coba itu layaknya perdagangan saham di hari kerja Bursa,” ujar dia.

Terkait dengan lot size, Samsul mengatakan, BEI akan merealisasikan jumlah saham dalam satuan lot menjadi 100 lembar dari sebelumnya sebanyak 500 lembar.

“Dengan muatan saham yang lebih kecil dalam lot itu diharapkan membuat harga saham yang ditransaksikan menjadi lebih terjangkau oleh investor,” kata dia.

Terkait fraksi harga saham, Samsul menjelaskan bahwa perubahan itu akan mendekatkan jarak antara penawaran dan permintaan (bid and ask) dalam transaksi saham.

“Saat ini spread antara penawaran dan permintaan terlalu lebar sehingga banyak transaksi yang mengantri, dengan `tick price` baru akan lebih banyak transaksi yang `match`,” kata Samsul menjelaskan.

Pada intinya, Samsul mengatakan, dengan konsep itu juga dapat membuat turunnya suatu saham lebih pelan, dan naiknya bisa cepat.

Fraksi harga akan dibagi menjadi tiga kelompok, yakni harga saham kurang dari Rp500 memiliki fraksi Rp 1, kelompok saham Rp500-Rp5.000 sebesar Rp5, dan harga saham lebih dari Rp5.000 dengan fraksi Rp 25.

Saat ini, fraksi harga dibagi lima kelompok, yakni harga saham di bawah Rp200 memiliki fraksi Rp1, harga saham Rp200-Rp500 fraksinya Rp5, harga saham Rp500-Rp2.000 dengan fraksi Rp10, harga saham Rp2.000-Rp5.000 dengan fraksi Rp25, dan kelompok harga saham Rp5.000 fraksi harganya senilai Rp50.(ant/bh)