Begini Gaya Risma Koordinasi di Lapangan

 

Begini Gaya Risma Kordinasi di Lapangan

Tak banyak pemimpin yang doyan terjun langsung mendengarkan keluh kesah warganya. Sebagian mencukupkan diri mendapatkan laporan dari pejabat di bawahnya. Namun, Tri Rismaharini berbeda. Meski emoh dibilang blusukan sebagai pencitraan, wali kota Surabaya itu tak pernah menjaga jarak dengan masyarakat dan membantu menyelesaikan permasalahan mereka.

Itu terlihat setiap Pemerintah Kota Surabaya menggelar Bakti Sosial dan Pelayanan Terintegrasi di Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes, Rabu (21/5/2014) lalu. Bakti sosial yang mengintegrasikan lebih dari 20 jenis pelayanan langsung itu seolah jadi ajang curhat para warga. Satu per satu mereka berdialog dengan wali kota yang tengah berdiri di atas panggung.

“Bu Risma, saya berterima kasih sudah disediakan fasilitas Taman Baca di sekitar kampung kami. Anak-anak senang membaca di situ. Tapi sudah 3 bulanan ini dipindah, digabung sama SD. Anak-anak jadi bingung kalau mau baca buku lagi. Di SD itu juga kayaknya sepi. Mending dikembalikan lagi ke kampung,” curhat seorang ibu.

Raut muka Risma tampak kaget, lalu sibuk mencari ke arah para kepala dinas yang berada di bibir panggung. “Dinsos, Dinsos,” serunya. Seorang petugas Dinsos datang tergopoh-gopoh mendatangi ibu tersebut. “Iku ngko dibalekno ae, yo? (Itu nanti dikembalikan saja kondisinya, ya?),” pesan Risma. Si petugas kemudian mendatangi ibu itu, menanyakan alamat dan kondisi perpustakaan yang dimaksud.

Warga yang lain tak kalah antusias untuk mendapat giliran. Seorang bapak lantas mengadu, ada sebuah keluarga yang memiliki 9 anak putus sekolah. Mendengar hal itu, Risma terlihat gusar. Perempuan 52 tahun itu kemudian mencari keberadaan Lurah Karangpoh, Edy Sutrisno dan Camat Tandes, Edi Purnomo. “Endi pak Camat ambe Lurah-e iki?” Katanya sambil mengedarkan pandangan.

Setengah berlari, keduanya muncul dan langsung naik ke atas panggung. Raut mukanya sedikit masam bercampur khawatir disemprot Risma yang terkenal tegas. “Ojok ngono ta pak. Gak, gak, nek tak seneni (Jangan begitu dong pak. Tidak, tidak saya marahi kok, Red),” tukas Risma diiringi senyum. Kedua lurah dan camat itu langsung mendadak cair.

Risma diapit kedua pejabat kecamatan tersebut lantas merundingkan permasalahan warga itu. “Wes biasa aku ngene iki pak. Mangke diurus lewat Bapemas, nggih?” Kata Risma seusai berdiskusi. Anggota Bapemas tak lama menghampiri.(wh)