Bedah Strategi Hadapi Persaingan MEA

Bedah Strategi Hadapi Persaingan MEA
Bagus Soepomo. arya wiraraja/enciety.co

Bukan hanya menggelar pelatihan pembuatan sebuah produk saja, Pahlawan Ekonomi Surabaya juga membedah strategi bisnis dan pemasaran produk yang dihasilkan para pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Menurut Steering Committee Pahlawan Ekonomi Surabaya, Bagus Soepomo, kegiatan bertujuan untuk menguasai pasar lokal Kota Surabaya yang nantinya berkembang ke tingkat pasar lebih tinggi lagi. Seperti halnya diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun ini, harus disikapi sebagai tantangan untuk menciptakan peluang usaha.

“MEA mengundang para pengusaha kecil menengah (UKM) luar negeri masuk ke Indonesia, terutama Surabaya. Ke depan kita harus dapat bersaing dengan UKM yang datang dari luar negeri. Untuk itu, selain mempersiapkan produk dan SDM, kita juga harus mempersiapkan strategi jitu untuk berkiprah di era global tersebut,” ujarnya, Senin (21/9/2015).

Bagus juga menjelaskan, jika strategi yang harus dilakukan adalah para pelaku UKM harus mampu menguasai pasar lokal terlebih dahulu. Seperti di bidang kuliner, harus mampu menciptakan produk seenak dan semenarik mereka.

“Ketika telah mampu mewujudkan hal tersebut, kita harus dapat berpikir bagaimana cara menjual produk tersebut. Untuk itu, kita harus dapat meramu strategi bisnis yang mampu membuat produk kita dapat diterima di semua lapisan target market,” paparnya.

Untuk memasarkan produk kuliner, sambung Bagus, tidak sekadar memiliki uang yang banyak dan produk dengan tampilan menarik saja. Akan tetapi butuh kejelian melihat budaya dan selera dari target market yang akan dibidik.

“Contohnya, jika kita memasarkan produk kuliner berupa menu western di kawasan perkampungan, bisa jadi produk kuliner tersebut kalah bersaing dengan produk kuliner tradisional, seperti bakso dan rujak cingur,” ulas dia.

Kata Bagus, dengan adanya Pelatihan Pahlawan Ekonomi yang digelar saban minggu di Kaza City, Jalan Kapas Krampung Surabaya, diharapkan dapat mengangkat ekonomi masyarakat Kota Surabaya dan bersaing dalam MEA.

“Dengan menggerakkan para pelaku UKM atau pelaku ekonomi di level paling bawah, kita dapat bertahan dalam kondisi lesunya perekonomian global dan Indonesia yang saat ini sedang terjadi,” tandasnya. (wh)