Bedah Resep Zuppa Soup di Culinary Business

Bedah Resep Zuppa Soup di Culinary Business

foto:arya wiraraja/enciety.co

Resep membuat zuppa soup yang merupakan makanan asal Italia, dibedah dalam pelatihan culinary business Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City Mall, Minggu (15/9/2019).

Titin Triwahyuningsih, mentor Pahlawan Ekonomi, menjelaskan zuppa soup di Indonesia berbeda dengan Italia. Salah satunya, bahan campuran puff pastry di atas soup yang disajikan dalam mangkuk atau wadah alumunium foil.

“Untuk soup-nya, yang kita gunakan cream soup. Isi soup biasanya digunakan aneka sayuran, jamur, dan daging ayam,” terang Titin yang juga staf pengajar Surabaya Hotel School (SHS) ini.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat zuppa soup ada;ah susu cair, tepung, jamur, daging ayam, air kaldu, bawang bombai, merica, margarin, garam, dan keju.

Titin lalu menjelaskan cara membuatnya. Yakni, buat soup terlebih dulu. Tumis bawang bombai sampai harum. Masukkan tepung, air kaldu dan susu cair, masak hingga tercampur.

“Supaya adonan tercampur rata, masak dengan cara mengaduk adonan agar tepung tidak padat dan menyatu dengan semua adonan,” papar Titin.

Bedah Resep Zuppa Soup di Culinary Business
foto:arya wiraraja/enciety.co

Kemudian, imbuh dia, masukkan bahan-bahan isian seperti daging ayam, garam, merica, dan jamur. Setelah matang, masukkan dalam mangkuk atau wadah aluminum foil. Lalu tutup dengan kulit puff pastry di atasnya. Masukkan dalam oven dengan suhu 100-120 derajat selama 30-45 menit.

“Sesekali kita bisa cek dalam oven. Pada proses pengovenan ini sangat penting. Karena jika kulit puff pastry terlalu matang atau hangus. Rasa soup jadi berbau hangus. Jika kurang matang, maka rasanya kurang nikmat jadi tidak enak dinikmati,” tegasnya.

Untuk penyajian, Titin mengatakan dapat menambahkan parutan keju atau biji wijen di atas puff pastry. Selain itu, karena mudah diproduksi, menu ini biasa disajikan dadakan alias disajikan ketika ada pesanan dari pelanggan.

“Menu ini sangat nikmat disajikan dalam keadaan panas. Untuk harga jualnya, paling tidak kita dapat membandrolnya dengan harga Rp 10 ribu per porsi. Harga itu kita telah mendapatkan untung sekitar 60 persen dari biaya produksi,” urai Titin. (wh)