Bebek Kedondong Maria Yuanita Terbang Ke Luar Negeri

Bebek Kedondong Maria Yuanita Terbang Ke Luar Negeri

Maria Yuanita Setyo Ardiyati mampu bangkit dengan menekuni usaha kuliner. foto: arya wiraraja/enciety.co

Keberanian memulai usaha kadang hadir ketika kita dihadapkan pada tekanan hidup. Seperti dialami Maria Yuanita Setyo Ardiyati (29 tahun). Pasca di-PHK dari perusahaan penyedia jasa outsourcing, ia kini bisa meraup untung puluhan juta rupiah dengan melakoni bisnis kuliner dengan brand Bebek Kedondong. Pendapatannya ini jauh lebih besar jabatan dia sebelumnya sebagai manager marketing.

“Akhir 2014 lalu, saya dipecat dari perusahaan tempat saya bekerja. Saya diberhentikan karena saya hamil. Ada klausul kontrak kerja yang memperbolehkan karyawan menikah, namun nggak boleh hamil selama tiga tahun. Karena alasan itulah saya diberhentikan,” ujar Maria Yuanita ditemui enciety.co di depot Bebek Kedondong miliknya di Ruko Perumahan Purimas Surabaya Promade Blok A5-10, Surabaya, Kamis (23/2/2017).

Arda (begitu karibnya ia disapa), sebenarnya berniat menjadi seorang ibu rumah tangga saja sambil menunggu kelahiran sang buah hati. Ketika usia kandungannya memasuki tiga bulan, Arda ngidam seperti lazimnya perempuan hamil kebanyakan.

“Saat itu, saya ngidam makan nasi bebek. Hampir semua nasi bebek di Kota Surabaya saya cicipi. Suami saya nurut saja, karena ia takut dengan kepercayaan orang-orang tua dulu dan ingin anak pertama kami lahir sehat,” ujar dia, lantas tersenyum.

Masuk pada usia kandungan 4 bulan, Arda dirinya ngidam makan buah kedondong. Cara memakannya pun terbilang aneh. Dia mencincang buah kedondong yang telah dikupas bersih dan memakannya dengan nasi bebek yang dibawakan suaminya saat pulang kerja.

“Saat itu, suami saya sangat bingung, kenapa bisa saya ngidam makan buah kedondong dicampur nasi bebek. Sampai-sampai, jika sang suami tidak membawakan saya nasi bebek dan buah kedondong, besok paginya saya berangkat ke pasar dan beli sendiri. Untuk resepnya, saya lihat dari Youtube dan instagram,” terang dia lantas tertawa.

Suatu saat, hobi Arda makan nasi bebek dengan buah kedondong tersebut diketahui kawan-kawan lamanya yang menyambanginya. “Saat itu kandungan saya masuk usianya tujuh bulan,” akunya.

“Ada kawan bilang, jika masakan saya ini enak. Ia lalu memberi masukan, kenapa tidak jual nasi bebek sambel buah kedondong yang saya ciptakan ini,” imbuh alumnus SMA Trimurti Surabaya tahun 2005 itu.