Beban Jokowi dan Rupiah Bayangi IHSG

Beban Jokowi dan Rupiah Bayangi IHSG
foto:sindonews.net

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (24/9/2014) pekan ini. Sentimen negatif dari domestik menjadi penekan laju indeks saham. Analis PT Samuel Sekuritas, Muhammad Alfatih mengatakan, pelemahan IHSG sejalan dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Hal tersebut imbas pelaku pasar dalam merespons pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi ekspektasi pasar, kinerja, harapan perbaikan Jokowi mulai jadi beban,” tutur dia kepada Liputan6.com, Rabu (17/9/2014).

Dia mengatakan, kepercayaan pasar terhadap Jokowi mulai memudar. Menurut Alfatih, Jokowi menghadapi beban berat terkait kebijakan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kemudian pasar memperhatikan porsi anggota partai di kabinet Jokowi.

Dari regional pertumbuhan ekonomi Amerika (AS) memberikan sinyal jika The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga. Alfatih mengatakan, efeknya dana yang ada di emerging market akan kembali ke AS.

“Indeks dolar melesat tajam, dan itu dana mulai kembali AS. Terlihat juga dari harga emas dunia.  Beberapa minggu terakhir bursa regional Asia tertahan. Di kita tercermin net sell asing muncul,” ungkap dia.

Dia mengatakan, hal itu ditambah dengan masih berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina. Pada perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level support 5.095 dan resistance 5.150.

“Kondisi belum membaik, itu menyebabkan dolar melesat tajam terhadap euro,” ujar dia.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menuturkan IHSG akan mengalami koreksi terbatas. Pasalnya pasar sedang menanti hasil rapat Federal Open Market Comittee (FOMC).

“Pasar cenderung tertekan. Khawatir kenaikan suku bunga The Fed,” kata dia.

Sementara, hal tersebut menyusul minimnya sentimen positif dalam negeri. Meski Jokowi memberikan bocoran susunan kabinet, hal tersebut tak akan berpengaruh pada IHSG.

“Ada bocoran kabinet. Tapi pasar tidak terlalu merespon karena yang ditunggu nama-namanya,” tutur Hans.

Pada perdagangan saham kali ini, dia memprediksi IHSG bergerak di level support 5.100 dan resistance 5.127.

Alfatih merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Unillever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Gudang Garam Tbk (GGRM) untuk jadi pertimbangan pelaku pasar.

Sedangkan Hans memilih PT Vale Indonesia Tbk (INCO) PT Astra Graphia Tbk (ASGR). “Saya rekomendasi buy on weakness PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI),” tukas dia.

Pada penutupan Selasa 16 September 2014 IHSG ditutup melemah 14,39 poin atau 0,28 persen ke level 5.130,50. (wh)