Beban Jawa Timur 2 Tahun Mendatang Makin Berat

Beban Jawa Timur 2 Tahun Mendatang Makin Berat
*Dwi Setyaningsih, peneliti Enciety Business Consult

Sensus tahun 1971 dan 1980 menunjukkan jumlah penduduk Jawa Timur adalah yang terbesar di Indonesia. Namun sejak 1990, posisinya digeser oleh Jawa Barat. Terdapat 37,5 juta penduduk tersebar di 38 kabupaten/kota, angka tersebut berkontribusi 16 persen terhadap total penduduk negeri ini.

Dari segi peringkat maupun kontribusinya, Jawa Timur mengalami penurunan. Namun tidak demikian halnya dari segi jumlah penduduk yang terus tumbuh dari tahun ke tahun. Pertumbuhan yang tidak terkontrol berpengaruh pada keseimbangan proporsi penduduk usia produktif dan non produktif.

Dari catatan enciety Desk Reseach (eDR), tahun 2010 adalah saat dimana proporsi penduduk usia produktif di Jawa Timur hampir mencapai 75 persen. Ini berarti bahwa tiga perempat penduduk adalah usia produktif. Dengan besarnya proporsi tersebut dibaca sebagai bonus demografi bagi provinsi ini lantaran dependency ratio berada pada level paling rendah.

Istilah dependency ratio digunakan untuk menunjukkan ketergantungan usia non produktif terhadap usia produktif. Pada tahun 2009 dan diperkirakan hingga 2016, dependency ratio di Jawa Timur berada pada level terendah, yakni setiap 100 orang usia produktif menanggung kurang dari 40 orang usia non produktif.

Dilihat dari segi ekonomi, maka inilah masa yang tepat untuk menggenjot perekonomian masyarakat Jawa Timur dengan lebih baik. Ini karena beban 2 tahun mendatang akan jauh lebih berat. Ketergantungan penduduk non produktif khususnya usia muda diperkirakan semakin besar.(wh)