Bea Masuk Kakao Bakal Dihapus

Bea Masuk Kakao Bakal Dihapus

Pemerintah sedang menjajaki  untuk membebaskan  Bea Masuk (BM) impor Kakao. Kebijakan tak popular ini sedang dipertimbangkan  secara matang untuk menyelamatkan industri terkait. Saat ini, suplainya di kalangan industri merosot tajam.  Padahal, tahun ini  ada peningkatan investasi di sektor perusahaan pengolahannya.

Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Perdagangan, mengatakan industri hilir kakao dalam negeri terus menunjukkan peningkatan, namun tidak didukung dengan ketersediaan bahan baku yang berimbang. “Sedang kita pikirkan pembebasan BM,” ujar Bayu.

Selama ini pemerintah menerapkan bea masuk untuk impor biji kakao sebesar 5 persen. Kebijakan tersebut diterapkan agar para petani lokal terlindungi baik dari sisi produksi maupun harga dari serbuan impor.

Wacana pembebasan bea masuk impor tersebut tidak lain karena sudah ada proyeksi adanya kekurangan bahan baku ketika perusahaan pengolahnya memanfaatkan seluruh kapasitas terpasang dari pabrik dalam dua tahun mendatang.

Kekhawatiran akan minimnya suplai benih biji ini dari dalam negeri tersebut semakin nyata dengan dihentikannya program Gerakan Nasional Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao (Gernas Kakao) pada tahun lalu. Catatan saja, Gernas kakao sendiri dilakukan pada periode tahun 2009-2013 lalu.

Dalam lima tahun program Gernas kakao tersebut hanya menjangkau 30% atau sekitar 450.000 hektare (ha) dari total lahan kakao di dalam negeri yang mencapai 1,7 juta ha. Tentu saja hal tersebut tidak dapat mengejar kebutuhannya untuk industri yang berkembang dengan pesat. (ktn/ram)