BPOM Temukan Kosmetik, Makanan, dan Obat Tak Penuhi Syarat

BPOM Temukan Kosmetik, Makanan dan Obat Tak Penuhi Syarat

Kepala BPOM di Surabaya I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa menunjukan berbagai macam obat yang berhasil disita, Senin (27/6/2016). foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Penertiban terhadap peredaran kosmetik dan obat tradisional baik lokal dan impor serta pengawasan makanan jelang Lebaran yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya, menemukan adanya puluhan produk tidak memenuhi ketentuan.

Dari hasil data yang dibuat BPOM, terdapat 45 obat tradisional dan kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan dari 64 total sarana yang telah diperiksa. Sisanya 19 obat tradisional dan kosmetik dinyatakan memenuhi ketentuan.

Untuk sarana pangan yang diperiksa, dari total 109 sarana yang diperiksa terdapat 45 makanan yang tidak memenuhi ketentuan, 64 yang memenuhi ketentuan. Ke-45 makanan yang tidak memenuhi ketentuan tersebut terdiri dari 26 karena rusak, kedaluarsa 12 item, Tanpa Izin Edar (TIE) ada 9 dan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) label termasuk tanpa Bahasa Indonesia.

Kepala BPOM di Surabaya I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa mengatakan, pelaksanaan intensifikasi pengawasan tersebut dilakukan bersama tim jejaring keamanan pangan daerah yang terdiri dari Badan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta BPOM.

“Intensifikasi yang tim lakukan mulai dari pangan dan obat tradisional serta kosmetik kami ambil pada sarana distribusi pangan mulai dari distributor, toko, supermarket, hypemart, pasar tradisional serta pembuat dan penjual parsel,” kata Gusti Ngurah, Senin (27/6/2016).

Ia meneruskan, untuk hasil intensifikasi pangan BPOM dari 215 item produk yang diperiksa, terdapat 2.330 jumlah yang tidak memenuhi ketentuan. Penjabarannya adalah dari 91 item produk ada 203 piece rusak, 45 item produk ada 1.102 piece kadaluarsa, 30 item produk ada 208 tanpa izin edar dan dari 49 item produk terdapat 817 piece tidak memenuhi ketentuan label.

Untuk tindak lanjut temuan produk pangan BPOM, Bagus menyebutkan ada 62 item dari 785 piece yang diamankan. Dari 77 item terdapat 1282 produk pangan yang dimusnahkan dan 76 item ada 253 produk pangan yang dikembalikan ke penyalur.

Sedangkan dari hasil intensifikasi pengawasan pangan BPOM, dari 272 produk takjil, yang memenuhi syarat ada 230 dan 42 sisanya tidak memeuhi syarat. “Ada 11 makanan produk takjil yang mengandung Rhodamin B dan 31 produk yang menganduk boraks,” ujarnya. (wh)