BB Narkoba dan Miras Dimusnahkan di Balai Kota Surabaya

BB Narkoba dan Miras Dimusnahkan di Balai Kota Surabaya
Penandatangan berita acara pemusnahan barang bukti narkoba dan miras di Balai Kota Surabaya, Sabtu (13/6/2015). arta wiraraja/enciety.co

Pemerintah Kota Surabaya bersama Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak Surabaya, Danrem  084/BJ dan BNN Kota Surabaya, memusnahkan barang bukti (BB) berupa minuman keras (miras) dan narkoba Acara tersebut digelar di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (13/6/15).

Hal itu merupakan hasil kerja keras pihak terkait selama tiga bulan terakhir. Pemusnahan BB tersebut terbagi dalam tiga kloter. Barang bukti yang dimusnahkan yakni, 38 kilogram ganja, 2 kilogram sabu-sabu, 9300 ekstasi dan puluhan kemasan botol miras.

Pemusnahan dilakukan di dalam mobil insenerator milik BNN Jatim. Setelah itu dilanjutkan dengan membuang 25 kemasan miras jenis cukrik dan ratusan botol minuman keras (miras) ke selokan Balai Kota dengan bantuan semprotan air Dinas Kebakaran kota Surabaya.

Dalam acara tersebut turut dihadirkan lima tersangka narkoba. Masing-masing dua orang tersangka kasus 42 kilogram ganja dan tiga orang tersangka kasus 2,1 kilogram sabu-sabu dan 9.300 pil ekstasi.

Kapolrestabes Tanjung Perak Surabaya mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal perang melawan narkoba diwilayah Kota Surabaya. “Diperkirakan BB yang dimusnakan senilai Rp 3 miliar,” ungkap Arnapi.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, tidak seluruhnya BB yang berhasil di amankan tersebut dimusnahkan, ada sebagian kecil yang di sisihkan untuk menjadi barang bukti dipengadilan dan penelitian di laboratorium.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali mengingatkan bahaya narkoba. Ia mengatakan, pihaknya bersama dengan kepolisian Kota Surabaya akan terus berkomitmen mewujutkan Surabaya antinarkoba 2016.

“Satu kilogram sabu-sabu bisa merusak delapan puluh ribu generasi muda Surabaya, bayangkan jika narkoba nya sebanyak ini, berapa pemuda yang rusak karena nya,” ujar Risma, miris.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahaya narkoba mulai mengancam generasi anak dibawah remaja. Saat ini pihaknya masih merawat belasan anak dibawah umur yang kecanduan akan barang haram tersebut.

Agar dapat mewujutkan Surabaya antinarkoba, saat ini Pemerintah Kota melakukan berbagai penyuluhan di tiap kecamatan se Surabaya. Selain itu, mulai 9 Juni 2015, Surabaya telah resmi mengiatkan program kurikulum antinarkoba di seluruh sekolah yang ada.

Dengan beberapa program pencegahan yang dirancang oleh Pemerintah Kota, BNN dan Kepolisian Kota Surabaya, dirinya berharap agar Surabaya secepatnya terbebas dari narkoba.

“Kami mengimbau agar masyarakat Surabaya ikut aktif dalam perang melawan narkoba,” tegas Risma. (wh)