Bayern Kunci Juara Liga Jerman Lebih Awal

Bayern Kunci Juara Liga Jerman Lebih Awal

 

Bayern Munchen  mengunci gelar  Liga Jerman lebih awal.  Kendati masih memiliki  tujuh pertandingan tersisa, Bayern dipastikan keluar  sebagai juara Bundes Liga setelah memetik kemenangan 3-1 atas Hertha Berlin. Ini adalah gelar juara ke-24 sepanjang sejarah klub ini.

Bayern juga mempertajam rekor mereka sendiri sebanyak satu pertandingan, untuk kategori paling cepat menjadi juara liga.

Pada musim debutnya, Guardiola sekarang telah memenangi tiga gelar dalam sembilan bulan setelah pada Agustus silam membawa Bayern menjuarai Piala Super UEFA dan Piala Dunia Klub pada Desember.

Gelandang Toni Kroos mencetak gol pada menit-menit awal, sebelum Mario Goetze membukukan gol kedua melalui sundulan kepala untuk membuka jalan bagi sang raksasa Bavaria mendulang tiga angka.

Penyerang Hertha asal Kolombia Adrian Ramos mencetak gol melalui penalti, sebelum pemain sayap asal Prancis Franck Ribery tampil sebagai pemain pengganti untuk menorehkan gol ketiga bagi timnya.

Dengan tujuh pertandingan tersisa, Bayern memiliki keunggulan 25 angka yang mustahil dikejar tim peringkat kedua Borussia Dortmund, meski pada kenyataannya perburuan gelar juara telah berakhir selama beberapa pekan silam.

Kroos, yang pembicaraan perpanjangan kontraknya masih menemui jalan buntu, membuka gol pada menit keenam ketika melepaskan tembakan melanjutkan umpan silang Mueller.

Goetze menggandakan keunggulan ketika ia menanduk umpan Bastian Schweinsteiger delapan menit kemudian, dan Bayern menikmati 83 persen penguasaan bola pada babak pertama.

Skor semestinya dapat menjadi 3-0 saat turun minum ketika sundulan Mueller mengenai mistar gawang, di mana kiper Hertha yang mantan pemain Bayern Thomas Kraft sudah ditaklukkan tujuh menit sebelum babak pertama usai.

Tuan rumah memperkecil ketinggalan ketika Ramos menyarangkan penalti pada menit ke-66, setelah ia dilanggar di area terlarang oleh bek kanan Bayern asal Brazil Rafinha.

Bagaimanapun, dengan 11 menit pertandingan tersisa, Ribery mencetak gol terbaik pada malam itu ketika ia mencungkil bola yang berbuah gol dari sudut yang terlihat mustahil setelah Goetze melaju dengan cepat. (ram)