Batalkan The Interview, Sony Rugi Rp 1,26 Triliun

Batalkan The Interview, Sony Rugi Rp 1,26 Triliun

Penghujung 2014 ini benar-benar menjadi msa yang kurang mengenakkan bagi Sony. Setelah divisi studio Sony Picture Entertainment menjadi bulan-bulanan para peretas akhir bulan lalu, kini, Sony terpaksa membatalkan rilis film kontroversial ‘The Interview’, yang rencananya dirilis pada 25 Desember nanti.

Diketahui, setelah muncul ancaman dari peretas agar tak merilis film yang dianggap menghina Korea Utara itu, perusahaan teknologi Jepang dikabarkan tak jadi menayangkan film tersebut.  Akibat pembatalan itu, Sony ditaksir kehilangan USD100 juta, setara Rp1,26 triliun. Kerugian ini mencakup biaya produksi, pemasaran, dan penalti akibat pembatalan rilis film.

“Mengingat keputusan mayoritas peserta pameran kamu ingin tak menunjukkan film The Interview, kami memutuskan tak merilis di bioskop pada 25 Desember,” jelas Sony Picture dalam pernyataannya dilansir The Daily Beast.

Dalam kesempatan itu, Sony menghormati dan memahami keputusan mitra perusahaan tersebut. “Dan, tentu saja yang terpenting, kami mempertimbangkan keselamatan para karaywan dan penonton bioskop,” tambah studio itu.

Seperti diketahui kemarin, jaringan biskop tertopuler seperti Regal Entertainment, AMC Entertainment, Cinemark, Carmike Cinemas, dan Cineplex Entertainment  mengumumkan tak akan menayangkan film tentang penyusupan CIA untuk membunuh pemimpin Korea Utara.  Selain batal merilis, Sony juga mengonfirmasi tidak akan menyediakan rilis Video on Demand film itu.(lp6)