Bareng Keluarga, Risma Nyoblos di TPS 01 Wiyung

 

Bareng Keluarga, Risma Nyoblos di TPS 01 Wiyung

Memakai baju batik warna hitam, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama suami, dan anaknya, Rabu (9/7/2014), datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Wiyung. Orang nomor satu di Surabaya itu menyalurkan suaranya untuk memilih presiden 2014 nantinya.

Sejak pukul 07.00 WIB, suasana di sepanjang gang Wiyung Indah VII Blok L 1, RT 01 RW 06 tampak ramai. Pasalnya bukan lantaran warga sekitar yang sibuk menyalurkan aspirasinya di TPS tersebut, tapi puluhan aparat kepolisian, Satpol PP, dan beberapa staf Pemerintah Kota Surabaya pagi itu sedang mengantarkan sang wali kota nyoblos pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 kali ini.

Tidak luput dari sorotan media, sejak pagi puluhan wartawan juga tampak sudah menunggu Risma di depan rumah. Baru pada pukul 07.56 WIB Risma bersama suami dan anaknya keluar dari rumah. Dengan dikawal oleh polisi dan Satpol PP Wiyung, Risma tampak mampir menyapa para tetangganya. “Hallo ibu, selamat pagi. Sudah nyoblos belum?” sapanya.

Seperti biasanya, dengan wajah sedikit pucat lantaran lembur memantau keadaan Surabaya jelang pemungutan suara Risma melempar senyum ke warga sekitar yang menyapanya. Bahkan Risma juga turut membantu tetangganya usia lanjut untuk nyoblos ke TPS dengan jumlah 389 pemilih tersebut. “Ayo Pak, kita barengan,” ajaknya.

Tidak lama kemudian sesampainya di TPS, petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) sudah sigap menyambut Risma menggunakan alat pengeras suara. “Selamat datang ibu Risma di TPS 01,” sambut Ketua PPS 01 Wiyung, Eko W Suwardyono.

Puluhan wartawan yang berjubel langsung menyorot Risma bersama suaminya saat masuk TPS. Tidak lama kemudian setelah Risma dan suaminya mencoblos dan mencelupkan jari kelingking ke dalam tinta, Risma lantas bergegas kembali pulang sembari masih menyapa warganya.

“Apapun hasilnya nanti (presiden terpilih) yang penting tidak mengubah rasa persaudaraan kita. Kita tetap satu bangsa. Kita tidak ingin kondisi yang sudah baik ini, jadi terluka dan tercerai berai. Intinya secara bersama-sama jangan kita melukai diri kita sendiri hanya karena pilpres,” katanya.

Lebih lanjut, saat dimintai keterangan siapa dari dua calon presiden yang ia coblos, Risma hanya membalas dengan tawa. “Ya, temen-temen sudah tahu harapan saya. Tapi jangan sampai warga beranggapan saya mempengaruhinya. Gitu saja,” akunya sembari terkikik.

Di lain sisi, Risma juga tidak ingin mengomentari terkait isu serangan fajar yang terjadi di Surabaya. “Serangan fajar itu urusan Panwaslu. Bagi saya yang terpenting tetap warga bisa rukun dan suasana kondusif,” akhirinya.

Selepas mencoblos di TPS tersebut Risma terlihat bergegas menuju Balai Kota untuk kembali memantau kondisi lapangan saat pemilu berlangsung. “Ya, kita pantau keadaan terus, sampai pemilu selesai. Makanya saya bawa HT terus,” cetusnya. (wh)