Bappenas Setujui Pembiayaan MRT Surabaya dari APBN

 

Bappenas Setujui Pembiayaan MRT Surabaya dari APBN

Sumber pembiayaan megaproyek Mass Rapid Transit (MRT) alias Angkutan Massal Cepat (AMC) Kota Surabaya menemukan titik terang. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan sanggup membiayai proyek trem dan monorel bernilai Rp 8,8 triliun itu.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bersyukur, sumber pembiayaan MRT menemukan kejelasan. “Alhamdulillah, ini artinya meringankan beban pemkot. Kita sudah ndak mikir lagi untuk sumber biaya,” ujarnya di gedung DPRD Surabaya, Selasa (22/4/2014).

Keputusan itu berdasarkan hasil pertemuan perwakilan Pemkot Surabaya dengan Bappenas dan Kementerian Perhubungan, Kamis (17/4/2014) lalu. Usai menyanggupi pembiayaan secara penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), rencananya Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana akan menyerahkan laporan persetujuan alokasi anggaran.

“Kalau ndak salah tanggal 29 April, menteri Bappenas menyerahkan itu (laporan, Red) di depan Pak Presiden untuk alokasi,” tutur Risma.

Pembiayaan tersebut nantinya menggunakan dana sektoral yang diserahkan Bappenas melalui Kementerian Perhubungan. “Jadi dari pusat, Kementerian Perhubungan  menghubungi PT KAI,” jelasnya.

Sementara itu, tugas pemkot ialah membantu subsidi biaya tiket masyarakat. Sejak awal, sambung Risma, pihaknya berkomitmen akan memberikan subisidi. Ia menilai, pemberian subsidi oleh pemkot ialah hal yang wajar.

Ndak papa, artinya seluruh dunia juga subsidi transportasi masal. Hanya saja subsidinya beda,” terangnya.

Perempuan alumnus Arsitektur ITS itu mencontohkan Jepang sebagai salah satu negara terdepan dalam transportasi massal. “Ada yang bentuknya kalau Jepang itu, pemerintahnya beri subisidi. Lalu ada pengelolaan gedung. Jadi di stasiun-stasiun KA di Jepang diserahkan investor untuk mengelola angkutan KA,nah itu nanti  dibangun sama mereka,” paparnya.

Risma mengakui bila sebelumnya sudah ada investor yang tertarik dengan skema seperti itu. “Dulu sudah ada yang pernah menawarkan seperti itu. Kalau kita sediakan lahan, mereka mau,” tandasnya.(wh)