Banyak Upaya Pengambilan Air, tapi Sedikit yang Memelihara

Banyak Upaya Pengambilan Air, tapi Sedikit yang Memelihara
Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya Ashari Mardiono bersama Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (2/10/2015). sandi/enciety.co

Ketersediaan bahan baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya pengaruh cuaca atau pergeseran iklim, pelanggan yang menggunakan air secara berlebihan, dan kurang sadarnya masyarakat untuk mendaur ulang air yang telah digunakan.

Seperti diketahui, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memperkirakan bila hujan akan menyapa Kota Surabaya dan Jatim pada November atau Desember. Dengan adanya hujan, ketersediaan bahan baku air minum PDAM Surya Sembada akan kembali terpenuhi melalui Kali Surabaya dan Kali Brantas.

Chairperson Enciety Business Consult, Kresnayana Yahya mengharapkan agar masyarakat dapat menghemat penggunaan air. “Masyarakat semakin banyak hingga ketersediaan air semakin kritis. Juga bila kemarau berkepanjangan membuat bahan baku air akan menipis. Ini yang harus disikapi secara bijak,” kata dia dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (2/10/2015).

Dalam kurun waktu 3 sampai 4 minggu ini, persediaan air sebagai bahan baku akan menyusut. Dengan penyusutan bahan baku, layanan PDAM Surabaya agak terganggu karena pasokan air yang sedikit.

Begitu juga dengan pertambahan penduduk yang tinggi, menyebabkan banyak dibangunnya perumahan dan apartemen baru untuk memenuhi sektor papan. Buntutnya, persediaan air semakin sulit dikendalikan. Selain itu, banyak petani yang menggunakan bahan baku air untuk mengairi sawah maupun kebunnya.

“Ada banyak upaya pengambilan air, namun tidak banyak yang memelihara. Ini karena dengan air yang berkurang, maka ada dampak berantai yang perlu diwaspadai seperti kekeringan dan kesehatan masyarakat akan berkurang,” ujar dosen Statistika ITS 10 November Surabaya tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya Ashari Mardiono mengatakan, pihaknya menangani tiga faktor, yaitu bahan baku air yang tersedia akan dikelola, pendistribusian, dan pelayanan.

“Tiga faktor utama itu yang kami kerjakan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan masyarakat Kota Surabaya,” aku Ashari Mardiono.

Dari data yang ada, sepanjang tahun 2014, konsumsi air mencapai 215 juta meter kubik. Dan hingga triwulan kedua tahun ini, PDAM Surabaya sudah menggelontorkan air ke pelanggan hingga 109 juta meter kibik dan naik dari triwulan tahun lalu.

“Kapasitas kami hingga kini mencapai 9.400 liter perdetik untuk memenuhi 3 juta masyarakat Surabaya. Dan ini kurang. Kami berencana menambah di Umbulan bila diizinkan pada bulan Desember tahun ini yang akan menambah 500 liter per detik,” tegasnya. (wh)