Banyak Truk Parkir Jadi Penyebab Kemacetan Wisata Ampel

Banyak Truk Parkir Jadi Penyebab Kemacetan Wisata Ampel
Sepanjang jalan Pegirian Surabaya kawasan Wisata Religi Sunan Ampel tampak selalu macet terlebih terdapat banyak PKL dan truk yang parkir di sembarang tempat, Kamis (22/1/2015).

Rencana Pemerintah Kota Surabaya menjadikan Kawasan Wisata Religi Ampel sebagai kawasan bebas macet kian rumit. Pasalnya, hingga sekarang masih banyak mobil angkut bermuatan besar berkeliaran.

Ardi (40), salah seorang pedagang, mengungkapkan hampir setiap hari dirinya menikmati mobil angkut bermuatan besar milik ekspedisi yang dibentangkan di sepanjang ruas jalan untuk menurunkan dan menaikkan barang yang akan dikirim ke luar kota. Jalanan yang dinilai tidak terlalu besar diisi dengan mobil bermuatan besar sangat mengganggu.

“Terutama jika mobil angkut itu beroperasi di siang hari. Belum lagi pada waktu ada Haul Agung Sunan Ampel Surabaya yang banyak didatangi peziarah dari luar kota maupun provinsi pasti macet sekali. Kita merasa terganggu dengan truk itu. Truk-truk itu sering buat kemacetan,” aku Ardi saat ditemui enciety.co, Kamis (22/1/2015).

Pada waktu beroperasi, lanjut Ardi, membutuhkan waktu lama. Karena di samping menurunkan barang yang dibawa dari luar kota setelah sampai disini (sekitaran Ampel) itu diturunkan dan dimasukkan ke gudang ekspedisi tersebut. Belum lagi setelah mereka menurunkan, maka barang yang akan dikirim ke luar kota akan dinaikkan seketika itu. Jadi butuh sejam lebih untuk menunggu hingga selesai.

“Nah, di sekitaran sini, banyak ekspedisi. Bisa dibayangkan ketika semua ekspedisi itu beroperasi pada waktu bersamaan. Macetnya luar biasa,” tandasnya.

Tak hanya itu, beberapa warga lainnya juga menyampaikan kekecewaan kepada Pemerintah Kota Surabaya. Terutama petugas penertiban. Pasalnya, selama ini pemerintah tidak pernah melakukan penertiban terkait pengusaha ekspedisi soal mobil angkut yang kerap menjadi biang kemacetan. padahal, menurutnya, hampir setiap hari satpol PP melakukan penertiban terhadap para PKL yang berada di sepanjang jalan kawasan. Karena dinilai menggangu kenyamanan.

“Sekarang lebih parah mana antara PKL dengan mobil angkut bermuatan besar ini. Apa hanya PKL saja yang ditertibkan. Padahal sudah jelas mobil ini sangat mengganggu,” imbuhnya. (wh)