Banyak Pencemaran, Kali Surabaya Diruwat

Banyak Pencemaran, Kali Surabaya Diruwat
Ruwatan Kali Surabaya akibat banyaknya pencemaran lingkungan. avit hidayat/enciety.co

Tingginya pencemaran lingkungan yang terjadi di Surabaya membuat ratusan aktivis lingkungan hidup menyelenggarakan ruwatan massal di sepanjang Kali Surabaya. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian peringatan Hari Air se-Dunia yang jatuh pada Minggu (22/3/2015).

Limbah Kali Surabaya saat ini sangat beragam. Mulai dari limbah rumah tangga maupun limbah industri yang berdampak pada pencemaran air sungai. Salah satu buktinya banyaknya limbah yang mencemari sungai adalah dengan banyaknya populasi ikan jenis Sakarmut atau ikan pembersih kaca di sungai Surabaya.

“Nelayan yang kerap menangkap ikan di kali Surabaya mengaku mendapat 100 sampai 300 ekor ikan sakarmut dalam sehari. Untuk itu, dalam rangka Hari Air se-Dunia pula kami menggelar ruwatan kali,” tutur Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup Imam Rochani.

Acara ruwatan tersebut juga digelar dengan serangkaian acara. Mulai dari doa bersama dengan menghadirkan 100 anak yatim, dilanjutkan dengan penebaran benih ikan sebanyak 50 ribu bibit ikan mujaher hitam dan bader, tanam pohon, dan bersih-bersih sampah kali.

Menurut dia, Kali Surabaya ini perlu diruwat. Karena pelaku pencemaran sungai baik industri maupun rumah tangga perlu disadarkan. Jika sebelumnya para aktivis melakukan penyadaran melalui penyuluhan ke masyarakat, kini acara penyadaran pola pikir melalui doa bersama.

Dalam kegiatan ruwatan yang bekerjasama dengan mahasiswa teknik lingkungan ITS tersebut, didatangkan pemuka agama dari MUI Surabaya. Bahkan dalam waktu dekat, untuk melindungi sungai MUI Kota Surabaya akan membuat fatwa MUI tentang pencemaran air sungai.

“Kalau ada fatwa MUI, maka akan ada sanksi moral bagi pencemar air, khususnya di Kali Surabaya. Fatwa juga disampaikan pada pelaku industri yang membuang limbah ke sungai,” ujarnya.

Saat melakukan bersih-bersih kali, para aktivis membersihkan seluruh sampah. Mulai dari sampah plastik, sampah organik, popok bayi, pembalut wanita, dan stereofoam yang banyak terdapat di Kali Surabaya. “Kalau sampah yang terangkut lebih dari 30 karung. Mayoritas sampah organik berupa batang dan ranting pohon. Banyak juga sampah diapers atau popok bayi,” imbuhnya.

Saat susur sungai tim juga sempat menemukan warga yang dengan sengaja membuang sampah dalam kemasan kantong plastik. Melihat momen tersebut, tim langsung menegur dan mengimbau warga agar tak lagi buang sampah ke sungai. (wh)