Banyak Minimarket Surabaya Tak Kantongi Kajian Sosek

Banyak Minimarket Surabaya Tak Kantongi Kajian Sosek
Menjamurnya toko modern di Surabaya banyak yang tak mengantongi izin lantaran belum memiliki kajian Sosek.

Banyaknya minimarket di Surabaya yang tak mengantongi izin gangguan HO (Hinder Ordonantie) tidak lain karena minimnya supermarket yang mengurus kajian sosial dan ekonomi (Sosek).

Ini ditegaskan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Surabaya, Widodo Suryantoro kepada enciety.co, Senin (16/3/2015).

Menurut Widodo, kajian Sosek menjadi faktor utama dalam pendirian toko modern di Kota Surabaya. Hal ini sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2014 tentang Toko Modern. Di mana setiap toko modern harus memiliki kajian sosek dahulu sebelum perizinan lain hingga izin usaha toko modern (IUTM).

“Sebenarnya kajian sosek itu harus dilakukan oleh pemilik toko modern. Dengan demikian jika kajian sosek sudah didapatkan maka akan menjadi dasar pengurusan perizinan lain,” terangnya.

Pria berkacamata ini menambahkan, aturan itu memang baru diundangkan pada 2014 lalu. Tapi seharusnya secepatnya diikuti dan dipenuhi pemilik toko modern. “Bukanya (toko modern) diam-diam, sehingga baru ribut setelah ada kontrol perizinan,” cetusnya.

Selain itu, kajian sosek pada intinya semuanya tergantung dari pemilik toko modern. Mereka harus membuat kajian sosek berdasarkan kondisi di lokasi. Seperti analisis dampak lingkungan dari didirikanya toko modern disitu.

Selain itu, dampak ekonomi pada warga sekitar atas keberadaan toko modern seperti apa. “Kajian-kajian itu dipaparkan oleh pemilik toko modern di hadapan tim kajian sosek yang kami bentuk,” imbuhnya. (wh)