Bantuan Stakeholder Masih Mengalir di Balai Kota Surabaya

Bantuan Stakeholder Masih Mengalir di Balai Kota Surabaya

foto:humas pemkot surabaya

Kebersamaan dan gotong-royong semua elemen masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19 terus ditunjukkan. Bantuan penanganan Covid-19 terus berdatangan ke Balai Kota Surabaya.

Jumat (13/8/2021), bantuan yang datang hari ini berasal dari Vihara Buddhayana Dharmawira Center (BDC) yang ada dalam naungan Keluarga Buddhayana Indonesia Provinsi Jawa Timur berupa beras sebanyak 30 ton dan masker medis 6 ribu box, ditambah 6 ribu paket makanan selama 40 hari ke depan yang merupakan donasi dari Young Buddhist Association bekerjasama dengan Vihara Buddhayana Dharmawira Centre.

Selain itu, bantuan juga datang dari International College of Surgeons Indonesia Section berupa 20 unit High Flow Nasal Cannule (HNFC) dan 15 unit syringe pump yang setara dengan Rp 1,2 miliar.
Bantuan juga datang dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia–Jatim Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia berupa 1.500 Paket Sembako dan 4 ribu kilogram beras. Ada pula bantuan dari Astra Isuzu berupa 260 liter hand soap.

Semua bantuan itu diterima Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan didampingi oleh Forkopimda Kota Surabaya.

Eri menyampaikan bahwa Surabaya dalam mengatasi pandemi Covid-19 dan memutus mata rantai penyebarannya tidak bisa berjalan sendirian, namun kebersamaan dan kekuatan gotong-royong dari semua elemen masyarakat, menjadi tonggak untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya. Makanya, ia mewakili warga Surabaya menyampaikan terimakasih banyak kepada semua elemen masyarakat yang telah memberikan bantuan.

“Begitu banyak bantuan yang datang hari ini. Ini menunjukkan bahwa Kota Surabaya dalam berjuang melawan Covid-19 sama seperti berjuang pada 10 November 1945. Ada yang berjuang dengan kekuatan doanya, ada yang berjuang dengan kekuatan hartanya, ada yang berjuang dengan kekuatan fisiknya, dan ada yang berjuang dari segala titik yang mereka punya,” tegas Eri.

Sementara itu, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Jawa Timur, Tosin, mengaku terketuk hatinya untuk terus membantu pemkot dalam menangani pandemi karena dia bersama komunitas di Vihara Buddhayana Dharmawira Center (BDC) merasa menjadi bagian yang sama dari warga Surabaya.

“Tentunya, ketika melihat saudara-saudara kita ada yang susah, maka kita membantu bersama-sama. Jadi, bukan hanya dari komunitas kami saja yang dibantu, tapi juga untuk semua warga Surabaya, apalagi yang disampaikan Pak Eri itu sangat bagus, kebersamaan dan gotong royong menangani Covid-19,” kata Tosin seusai menyerahkan bantuan.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya sudah sejak awal Covid-19 membantu Pemkot Surabaya dan warga Surabaya mengatasi pandemi. Kali ini, ia mengaku memberikan bantuan 30 ton beras, 6 ribu box masker medis dan juga 6 ribu paket makanan selama 40 hari ke depan yang merupakan donasi dari Young Buddhist Association bekerjasama dengan Vihara Buddhayana Dharmawira Centre.

“Di luar itu, selama ini kiga juga sudah membantu warga yang isolasi mandiri, totalnya sudah kurang lebih 2 ribuan paket makanan yang kami berikan. Bantuan ini akan terus kami berikan,” tegasnya.

Paul L. Tahalele, Ketua International College of Surgeons Indonesia Section, menyampaikan bahwa persatuan dokter bedah sedunia yang berpusat di Chicago merasa ikut prihatin karena angka kasus Covid-19 di Indonesia meningkat dan angka kematian dokter di Indonesia sudah melebihi 600 orang di Indonesia.

“Nah, ada untungnya dan kebetulan saya ketua ada di Surabaya (sehingga diserahkan kepada Pemkot Surabaya). Saya resminya pensiunan dari Unair,” kata Paul L.

Ia juga mendapatkan informasi dari Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita kalau ada kebutuhan yang kurang. Salah satunya High Flow Nasal Cannule (HNFC) dan syringe pump, dan akhirnya dibantulah alat langka dan mahal ini.

“Nantinya ini akan dibagi-bagikan ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan di Surabaya, dan total semua bantuan ini sebesar Rp 1,2 miliar,” pungkasnya. (wh)