Bantu UMKM, HoS Sediakan Belanja dari Rumah

Bantu UMKM, HoS Sediakan Belanja dari Rumah

Foto: hos

Membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jawa Timur di tengah pandemi Covid 19  merupakan fokus dari Cendera.mata House of Sampoerna (HoS) saat ini. Berdiri sejak tahun 2003, HoS tidak pernah berhenti untuk berkarya, berinovasi, serta berkontribusi kepada masyarakat.

“Salah satu fokus utama kontribusi HoS adalah mendukung UMKM Jawa Timur yang diwujudkan melalui Cendera mata Museum Shop,” ujar Rani Anggraini, Manager Museum & Marketing, House of Sampoerna, Senin (18/5/2020).

Menurut Rani, ada berbagai produk UMKM Jawa Timur seperti batik, buku, kaus dan kerajinan tangan khas Jawa Timur lainnya tersedia di Cendera.mata HoS.

“Secara berkala setiap bulan, Cendera.mata menggelar program Table Top untuk turut mendukung perkembangan usaha kreatif dari UMKM,” terangnya menambahkan.

Pada bulan Mei ini Cendera.mata HoS menyelenggarakan Table Top “Iki Suroboyo Rek” untuk memeriahkan hari jadi kota Pahlawan ke-727. HoS bekerjasama dengan tiga UMKM Surabaya untuk menuangkan keindahan dan kemegahan kota Surabaya dalam berbagai suvenir seperti clothing line Surabaya Mambu Suroboyo dan RSTM serta Sujud Kraf dalam ragam produk kaca pyrex.

“Program Table Top ini diselenggarakan pada tanggal 16 Mei – 20 Juni 2020. Bagi sahabat HoS yang berminat, dapat belanja dari rumah dengan melihat contoh produk dan langsung memesan ke masing-masing kontak UMKM yang tertera pada website www.houseofsampoerna.museum,” ujarnya.

Perlu diketahui, ada tiga mitra UMKM yang digandeng HoS untuk memeriahkan acara tersebut. Pertama adalah Sujud Kraft. Kerajinan kaca pyrex kreasi Sujud Setiyo Budi bermula ketika ikut perusahaan asing. Hingga memulai usahanyasecara mandiri dengan kerja sama seorang teman pada tahun 2014. Menggunakan modal seadanya kami berusaha terus menekuni kerajinan kaca pyrex dengan teknik las ini.

Sujud Kraft memiliki misi dan visi yakni untuk memperbanyak desain, memperluas pasar serta mengajak para pemuda untuk belajar supaya keahlian ini turun ke generasi berikutnya. Saat ini Sujud Kraft dapat memproduksi berbagai macam ornamen berupa aksesories, suvenir, trophy dan hiasan meja. Setiap hari dapat membuat produksi sebanyak 10-20pcs tergantung desain dan ukuran.

Kedua, ada Mambu Suroboyo. Berangkat dari kecintaan akan kota Surabaya bisa diwujudkan dalam berbagai hal, salah satunya membuat cinderamata khas Surabaya. Kaos jadi pilihan Irawan Prasetyo untuk memulai usahanya, setelah sempat mengamati usaha sejenis di Surabaya, kaos Mambu berusaha melengkapinya agar lebih kental Suroboyoannya, dengan memasukkan kearifan lokal parikan khas Suroboyo disematkan dibelakang kaus di setiap karyanya.

Bulan November 2013 nama “Mambu” dipilih menjadi brand produknya, Mambu disini bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti “Bau”, jadi kaos Mambu memiliki makna untuk semua karya kreatif yang dituangkan diatas kaos ber”Bau” Suroboyoan. Pada tahun 2017 – sekarang, kaus Mambu mulai dikenalkan ke publik yang lebih luas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya melalui program UKM binaan.

Ketiga, RSTM. Brand Kaus Oleh Oleh Surabaya yang hadir dengan desain menarik, simpel dan elegan. Dengan ciri khas cetak bludru yang sesuai untuk semua usia. RSTM hadir dengan beberapa produk oleh oleh Surabaya seperti Kaos, Tote Bag, Topi danakan ada produk produk lain yang saat ini dalam pengembangan. (wh)