Bank Syariah Bukopin Kejar DPK Rp 4,3 T

Bank Syariah Bukopin Kejar DPK Rp 4,3 T
foto: jurnal.asia

PT Bank Syariah Bukopin (BSB) mengejar penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 4,3 triliun pada akhir tahun ini. Dari target itu, BSB berharap 24 persen dikontribusikan dari dana murah. Sebab saat ini, DPK Syariah Bukopin masih didominasi oleh simpanan berjangka atau deposito.

“Kami berusaha meningkatkan porsi dana murah dari tahun ke tahun hingga mencapai komposisi ideal yakni 30-40 persen. Untuk tahun ini, kami targetkan di angka 24 persen,” kata Dirut BSB, Riyanto.

Berbagai langkah dilakukan untuk meningkatkan komposisi dana murah BSB yang pada akhir 2014 masih mencapai 18 persen dari total DPK. Di antaranya dengan menawarkan produk tabungan yang diluncurkan bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan enam bank syariah lain berupa Simpanan Pelajar iB (Simpel iB).

Riyanto menjelaskan bahwa persyaratan untuk membuka tabungan ini relatif mudah dengan fitur yang sederhana dan menarik. Produk tabungan ini bertujuan mengedukasi para pelajar dan mendorong budaya menabung sejak dini.

Hanya dengan Rp 15.000, lanjut Riyanto, pelajar bisa membuka rekening tabungan dengan setoran awal Rp 10.000 dan mendapat kartu ATM untuk melakukan transaksi penarikan tunai serta pembayaran secara elektronik yang dibebaskan dari biaya administrasi bulanan.

Untuk memasarkan produk tabungan ini, BSB melakukannya dengan skema direct selling ke komunitas yang telah menjadi mitra perseroan. Salah satunya dengan menggandeng Muhammadiyah. Hingga Juni 2015, total DPK yang telah dihimpun BSB mencapai Rp 4 triliun atau meningkat 24,3 persen dari total nilai DPK periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 3,3 triliun. (wh)