Bank Sentral Dunia Sepakat Pangkas Suku Bunga

suku-bunga

Suku bunga di berbagai bank di seluruh dunia kini tengah menurun. Sejumlah bank sentral negara berkembang di seluruh dunia kini tengah ramai-ramai memangkas suku bunga demi mendorong pertumbuhan ekonominya.
Sejumlah negara eksportir sumber daya alam juga tercatat melakukan sejumlah pemangkasan suku bunga. Namun sejumlah analis memprediksi, aksi pemangkasan suku bunga ini dapat menimbulkan kekacauan di pasar keuangan global. “Kebijakan moneter yang lebih longgar di sejumlah negara berkembang merupakan perkembangan yang positif dalam waktu dekat. Tapi ini akan menciptakan limpahan likuiditas yang berlebihan dan membuat pasar keuangan mengalami sedikit kejutan,” ujar Chief Economist di Dai-ichi Life Research Institute, Toru Nishihama seperti dikutip dari Asia Nikkei, Senin (2/3/2015).
Harga minyak yang lebih murah juga merupakan salah satu faktor di balik tren penurunan suku bunga di sejumlah bank sentral. Di negara-negara eksportir komoditas, bank sentral telah menurunkan suku bunga untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi domestik.
Tren pemangkasan suku bunga diprediksi berlangsung dalam beberapa lama mengingat harga minyak tak akan turun dengan cepat. Buktinya, China telah memangkas suku bunganya dua kali dalam tiga bulan terakhir.
Bank sentral Kanada merupakan salah satu lembaga yang telah memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 0,75 persen pada Januari lalu. Gubernur Bank sentral Kanada Stephen Poloz mengatakan, harga komoditas yang rendah merupakan ancaman terbesar bagi ekonomi Kanada.
Di Australia, bank sentral juga membuat kejutan dengan mengurangi suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 2,25 persen. Penurunan tajam bijih besi yang menjadi komoditas ekspor utamanya juga membuat masa depan ekonomi Australia terancam. “Dengan tingkat pengangguran yang bertambah tinggi, kami dapat memangkas suku bunga lagi pekan ini,” kata Gubernur Bank Sentral Australia Glenn Stevens.
Bank sentral Singapura juga ikut mengambil kebijakan yang sama untuk menurunkan suku bunganya. Sementara di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap suku bunga dapat turun serendah-rendahnya menjadi lima persen. Pada pertengahan Februari tahun ini, Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 7,5 persen.
Di India, Bank sentral juga membuat kejutan pada Januari dengan memangkas 25 basis poin suku bunga pinjamannya menjadi 7,75 persen.
Saat bank sentral memangkas suku bunganya, satu yang pasti adalah pelemahan mata uang. Dengan alasan mata uang yang lebih rendah dapat meningkatkan ekspor, sejumlah perekonomian negara berkembang juga ikut terpengaruh.
Bank sentral Thailand juga diprediksi akan memangkas suku bunganya pada pertemuan yang digelar 11 Maret mendatang. (lp6)