Bank Pundi Siapkan Rp 7,03 T untuk UMKM

 

Bank Pundi Siapkan Rp 7,03 T untuk UMKM

Bank Pundi agresif membidik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur. Bank ini menyediakan anggaran Rp 7,03 triliun untuk memberikan pinjaman kepada UMKM.

Untuk memberikan keringanan bagi masyarakat, pinjaman yang diberikan kepada UMKM tidak memakai jaminan atau KTA (Kredit Tanpa Agunan). Dari total anggaran yang disediakan, sebesar 80 persen untuk UMKM. Karena, Bank Pundi memutuskan untuk memperbaiki perekonomian kelas bawah.

 “Kredit untuk UMKM tidak ada jaminan. Kredit yang kami berikan berkisar Rp5 juta hingga Rp 50 juta,” kata Direktur Utama Bank Pundi Paulus Wiranata di Hotel Majapahit, Kamis (19/06/2014).

Pertumbuhan terlihat setelah Bank Pundi memutuskan untuk menerapkan model bisnis pada pembiayaan mikro dan perbankan ritel. Dari data menunjukan, laba bersih per 31 Maret 2014 menunjukan pertumbuhan yang sangat menggembirakan sebesar Rp 21,2 miliar atau meningkat 492,8 persen dari periode yang sama pada tahun sebesalumnya sebesar Rp 3,5 miliar.

Kenaikan disebabkan karena ada penurunan pembentukan CKPN kredit sebesar Rp 51,6 miliar atau 65,53 persen seiring dengan perbaikan kualitas kredit. Selain itu, kenaikan pendapatan operasional juga mengalami peningkatan 27,4 persen. Kenaikan ini diperoleh dari hasil pendapatan administrasi kredit. “Bank Pundi juga mengalami pertumbuhan disektor kredit gross hingga akhir Maret 2014 menjadi Rp 7,03 triliun,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, kredit mikro gross mendapatkan jatah Rp 6,8 triliun dengan jumlah debitor sekitar 110 ribu pengusaha mikro. Dengan fakta itu, maka total aset tumbuh menjadi Rp 9,2 triliun dari posisi akhir Desember 2013 sebesar Rp 9 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga juga mengalami kenaikan menjadi Rp 7,7 triliun dibandingkan akhir Desember 2013 sebesar Rp 7,6 triliun.

Untuk pertumbuhan kredit juga dinilai masih stabil dengan NPL net sebesar 4,01 persen atau turun 0,21 persen dari priode tahun sebelumnya sebesar 4,22 persen. Dengan begitu, Bank Pundi tetap bertekat akan menurunkan NPL. “Kami akan berusaha menjaga stabilitas NPL. Kami yakin bank ini bisa berkembang, potensi masih sangat besar,” papar dia.

Komisaris Utama Bank Pundi Endriartono menyatakan, pihaknya sudah berkomitmen untuk memperhatikan usaha kecil menengah. Dana yang ada di bank akan diprioritaskan pada mereka, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian ini. “Kredit tanpa jaminan bukti kami memperhatikan masyarakat kecil,” katanya.

Dengan kebijakan ini, maka NPL yang dimiliki Bank Pundi relatif agak tinggi. Pasalnya, pinjaman yang diberikan memiliki tingkat resiko yang cukup tinggi. Namun, Bank Pundi memiliki strategi untuk bisa mendorong masyarakat mengembalikan dengan dasar keikhlasan.  “Potensi UMKM untuk berkembang sangat besar. Kami yakin bisa menaikan pendapatan,” terangnya. (wh)