Bank Muamalat Tekuni Pertumbuhan “Cash Management”

Bank Muamalat Tekuni Pertumbuhan “Cash Management”

Bank Muamalat tetap menekuni pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee based income). Salah satunya adalah layanan cash management. Sepanjang tahun ini Muamalat berpotensi menghimpun dana layanan cash management Rp 2,12 triliun.

Direktur Bisnis dan Korporasi Bank Muamalat, Luluk Mahfudah, mengemukakan, sejauh ini sudah terdapat 708 nasabah korporasi menikmati layanan cash management Bank Muamalat.

Hingga akhir tahun lalu, rata-rata dana yang dikelola masing-masing nasabah mencapai Rp 1,5 miliar. Dengan demikian, total dana yang masuk dalam layanan cash management Bank Muamalat mencapai Rp 1,062 triliun.

“Kami menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar dua kali lipat pada tahun ini,” kata Luluk.

Pada tahun lalu, Muamalat mengelola dana milik 708 nasabah korporasi untuk kebutuhan likuiditas perusahaan, termasuk pembayaran gaji karyawan. Namun, Luluk menolak menyebutkan nama perusahaan klien Bank Muamalat.

Muamalat membidik total pembiayaan pada tahun ini tumbuh sebesar 20 persen. Di tahun lalu, bank syariah paling senior ini menargetkan total pembiayaan mencapai Rp 40 triliun. Jadi, pembiayaan bank syariah ini berpotensi mencapai Rp 48 triliun di sepanjang tahun 2014.

Muamalat menyesuaikan target pertumbuhan pembiayaan dengan keinginan Bank Indonesia (BI) serta perkiraan kondisi ekonomi Indonesia pada tahun ini. Manajemen Muamalat memperkirakan, akan terjadi perlambatan dalam penyaluran pembiayaan di sektor komoditas. (kon/bh)