Bank Mandiri Target Penjualan Kartu e-Money Naik 2.000 Persen

 

Bank Mandiri Target Penjualan Kartu e-Money Naik 2.000 Persen

Bank Mandiri (Tbk) Jatim meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Kota Pahlawan. Bank milik pemerintah ini memfokuskan untuk memasarkan produk kartu e-money dalam proses belanja.

Untuk mengenalkan produk e-money, Bank Mandiri menargetkan penggunanya meningkat hingga 2.000 persen. Sebab, produk ini memiliki keuntungan dan lebih irit dari pada proses pembelanjaan secara cash. Karena, dari analisa yang dilakukan, proses belanja melalui cash membutuhkan anggaran cukup besar.

“Makanya sekarang kita branding kartu e-money. Kami menargetkan kartu tersebut harus naik penggunanya mencapai 2.000 persen,” kata Senior EVP Internal Audit Bank Mandiri, Riyani T. Bondan di Grand City dalam acara Mandiri Karnival Nusantara, Minggu (14/9/2014).

Bahkan, ujar dia, saat ini Mandiri telah menjadi bank yang mempelopori penggunaan kartu belanja non tunai secara terintegrasi. Dengan sistem ini, Mandiri yakin banyak masyarakat yang akan tertarik memakai kartu belanja. Pasalnya, memakai kartu ini lebih aman dari pada membawa uang cash.

Di Indonesia, pengguna karyu pembayaran non tunai masih sangat sedikit. Fakta ini menunjukan kalau masyarakat Indonesia belum menyadari pentingnya pembayaran lewat non tunai. Untuk itu, perlu ada edukasi yang dilakukan oleh semua pihak. “Pengguna kartu bayar non tunai hanya terjadi di kota-kota besar. Kalau daerah masih sangat sedikit, kami ingin ada peningkatan,” paparnya.

Untuk meningkatakan pemakaian kartu bayar non tunai, Bank Mandiri sedang melakukan pendekatan dengan corporasi untuk bekerjasama. Hal ini diyakini akan mendongkrak penggunaan kartu e-money yang sedang disosialiasikan. “Kita akan sasar corporasi. Bidang ini lebih meyakinkan, karena untuk menyadarkan lebih mudah,” jelas Riyani.

Selain itu, sosialisasi keberadaan e-money juga dilakukan saat memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) dan Rumah Sakit (RS) di wilayah Surabaya. Bantuan diberikan sebagai komitmen mendukung pemerintah dalam mengembangkan kesehatan di Kota Pahlawan.

Dalam bantuan ini, Bank Mandiri mengucurkan anggaran sebesar Rp 1,215 miliar. Dana hibah untuk kepentingan RS berjumlah Rp 862,5 juta, uang dipakai untuk pengadaan peralatan stem cell yang bisa dipakai untuk terapi regenerative medicine RSUD Dr Soetomo, sementara Rp 350 juta dipergunakan untuk pengadaan satu unit mobil truk air.

 “Kami ingin yang hadir dalam acara pemberian bantuan mengenal e-money. Alat bayar non tunai ini sangat bermanfaat,” ungkap Riyani.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, event yang digelar Bank Mandiri memiliki dampak yang baik untuk Surabaya. Menurut dia, dengan even ini maka perekonomian di Surabaya secara perlahan akan hidup. Dengan begitu, banyak pergerakan perekonomian yang bisa meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah).

 “Kalau perekonomian hidup kan pendapatan akan naik. Makanya kita harus dukung ini,” katanya setelah acara Mandiri Karnival Surabaya. (wh)