Bank Mandiri Bukukan Aset Rp 855 Triliun di Akhir 2014

Bank Mandiri Bukukan Aset Rp 855 Triliun di Akhir 2014

PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan aset Rp 855 triliun (unaudited) di akhir 2014. Nilai aset tersebut membuat Bank Mandiri sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia dan selangkah lagi untuk mencapai ambisi perseroan, yaitu bisa mencetak aset sebesar Rp 1.000 triliun pada akhir 2015.

Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, pencapaian tersebut menjadikan Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia dan siap membawa Indonesia ke ranah regional sebagai Qualified ASEAN Bank (QAB).

“Kami akan terus memperkuat fondasi untuk menjadi bank asli Indonesia yang mampu bersaing dengan bank-bank lain yang lebih besar di ASEAN,” kata Rohan.

“Kami juga ingin Bank Mandiri memiliki ratusan cabang di pasar ASEAN untuk mengimbangi bank asing yang saat ini telah memiliki sekitar 8 ribu cabang di Indonesia, sementara kita baru memiliki satu cabang di ASEAN. Itupun tambahan cabangnya sudah 5 tahun belum disetujui regulator setempat,” imbih dia.

Melihat kondisi tersebut, kesempatan untuk menjadi QAB bank harus segera diambil, apalagi pemerintah sudah bersedia menambah modal Bank Mandiri hingga genap menjadi Rp 100 triliun. Selain itu, banyak pihak mendukung Bank Mandiri menjadi QAB Bank agar bisa bersaing dengan bank-bank ASEAN lainnya.

Sebagai informasi, dengan aset terbesar di Indonesia, yaitu Rp 855 triliun, Bank Mandiri baru menduduki peringkat 9 di antara bank-bank negara  ASEAN lainnya.

Dalam MEA, bila bank sudah berstatus QAB, maka bank tersebut mendapatkan akses penuh untuk membuka jaringan di negara ASEAN manapun tanpa memerlukan persetujuan otoritas setempat.

Saat ini, lanjut Rohan, dengan jumlah aset yang besar dan modal mencapai lebih dari Rp 90 triliun, kebutuhan dana untuk penambahan modal agar dapat menjadi bank ASEAN lebih rendah.

Selain untuk bersaing di regional ASEAN, Indonesia perlu memiliki bank besar dengan modal yang kuat mengingat 41 persen dari luas wilayah ASEAN adalah Indonesia. Dari sisi populasi, 39 persen dari seluruh populasi ASEAN berada di Indonesia dengan porsi GDP terbesar di antara negara ASEAN.

“Potensi tersebut tidak akan bermanfaat optimal untuk memakmurkan negeri jika fungsi intermediasi bank-bank nasional tidak mampu menandingi bank-bank negara ASEAN lainnya yang memiliki permodalan lebih besar,” pungkas Rohan. (lp6/wh)