Bank Jatim Syariah Jajaki Konsolidasi dengan BPD Lain

Bank Jatim Syariah Jajaki Konsolidasi dengan BPD Lain
Bank Jatim. foto:tempo

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) tengah mengkaji imbauan terkait konsolidasi Unit Usaha Syariah (UUS) beberapa bank pembangunan daerah (BPD). Sesuai imbauan OJK, BPD yang memiliki permodalan relatif kecil diharapkan melakukan konsolidasi dalam melakukan spin off UUS menjadi satu Bank Umum Syariah.

“OJK telah mewajibkan perbankan melakukan spin off UUS pada 2023 mendatang, dengan permodalan minimal Rp 500 miliar, sejauh ini ada Bank DKI, Bank Jateng, Bank Kalteng yang memungkinkan untuk konsolidasi,” kata Direktur Agribisnis dan Syariah Bank Jatim Tony Sudjiaryanto‎.

Tony mengatakan adanya konsolidasi UUS‎ antar BPD dilakukan mengingat modal yang relatif kecil yang dimiliki masing-masing BPD. Sementara sesuai aturan BI, untuk mendirikan satu anak usaha minimal perusahaan harus tercatat di buku dua atau setara modal Rp 2,5 triliun.

“Kira-kira pada 2017 kami (empat BPD) akan melakukan konsolidasi UUS dengan modal awal untuk spin off minimal Rp 500 miliar dan harus meningkat menjadi Rp 1 triliun dalam waktu sepuluh tahun,” tambahnya.

Menurut Tony, upaya spin off dan konsolidasi UUS terpaksa dilakukan mengingat kinerja UUS tidak begitu menggembirakan. “Unit usaha syariah ini memang terkendala pemasaran kurang optimal, padahal potensi pasar syariah di Jatim sangat besar. ‎Pemda telah membuat cetak biru ekonomi syariah dan berkomitmen menggunakan sumber pembiayaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dari bank syariah,” katanya. (bst/ram)