Bank Jatim Bagi Dividen Rp 605,864 M

Bank Jatim Bagi Dividen Rp 605,864 M

 

Bank Jatim bagi dividen Rp 605,864 miliar atau sekitar Rp 40 per lembar saham kepada para pemegang sahamnya. Sementara total laba yang diraih bank BUMD milik Pemprov Jatim ini mencapai Rp 824,312 miliar pada tahun 2013 lalu. Sisa dana Rp 210 miliar akan dipakai untuk dana cadangan.

Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto mengatakan, dividen yang dibagi kali ini cukup besar. “Bahkan menurut hasil survai yang dilakukan Bahana Securities per Februari 2014, Bank Jatim bagi dividen tertinggi terhadap pemegang saham publik, yaitu sebesar 8,9 persen,” katanya setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Bumi Surabaya, Rabu (26/3/2014).

Dijelaskan Hadi Sukrianto, setelah go public, komposisi kepemilikan saham Bank Jatim adalah Pemprov Jatim 51,46 persen atau Rp 1,9 triliun, kabupaten 23,04 persen atau Rp 859 miliar, pemerintah kota 5,50 persen atau Rp 205,2 miliar, dan masyarakat 20 persen atau Rp 745,8 miliar.

Dengan komposisi itu, jelas Hadi Sukrianto, maka pemprov Jatim memperoleh jatah dividen yang terbesar. Nilai dividen yang dibagi pun tidak berkurang, meski ada saham yang dimiliki masyarakat. “Nilai rupiah yang diterima pemegang saham malah meningkat 16 persen dibanding tahun lalu,” kata dia.

Menurut Hadi, untuk tahun 2014, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) ditarget sebesar 24,85 persen. Sementara penyaluran kredit tumbuh 25,51 persen dan total aset ditarget tumbuh 18,96 persen. Sedangkan laba sebelum pajak ditarget tumbuh 17,62 persen.

Untuk mencapai target tersebut, Hadi Sukrianto mengatakan bahwa pihaknya pada tahun ini akan melakukan beberapa strategi. Yakni; perluasan jaringan kantor, menambah jumlah nasabah, dan meningkatkan penerimaan dana murah tabungan.

Nasabah tabungan Bank Jatim saat ini tumbuh dari 2.045.785 menjadi 4.145.130. Sementara komposisi dana murah sejak tahun 2002-2012 tumbuh rata-rata di atas 75 persen. Bahkan per Desember 2013 lalu mencapai 76,8 persen. “Makin besar dana murah makin baik,” cetus Hadi.

Saat ini, posisi Bank Jatim terhadap perbankan lain yang telah go public berada di posisi kelima untuk total aset dan penyaluran kredit. Sementara untuk penghimpunan DPK di posisi keempat. Dibanding bank pembangunan daerah (BPD) lain, Bank Jatim berada di posisi kedua untuk total aset, penyaluran kredit, dan DPK.(wh)