Bank Indonesia Siapkan 11 Bank Konvensional Layani Jasa Penukaran Uang

Bank Indonesia Siapkan 11 Bank Konvensional Layani Jasa Penukaran Uang

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jatim Difi Ahmad Johansyah (dua dari kanan), dalam memberikan keterangan pers, Kamis (8/5/2017). foto:arya wiraraja/enciety.co

Melayani penukaran uang untuk masyarakat pada Lebaran tahun ini, Bank Indonesia meggandeng bank umum, baik bank BUMN, bank pemerintah maupun swasta, serta BPR.

Ada 600 outlet penukaran di kantor cabang bank umum dan kantor BPR yang dipersiapkan memasang spanduk khusus penukaran di Jatim setiap Selasa, Rabu dan Kamis pada 6-22 Juni 2017.

“Kami juga mengimbau pihak perbankan untuk menjaga persediaan uang tunai secukupnya di seluruh ATM. Khususnya selama libur panjang libur bersama Hari Raya Lebaran 2017,” tegas Difi Ahmad Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jatim, di kantor Bank Indonesia Perwakilan Wilayah Jatim dalam acara Press Conference dan Buka Puasa Bersama, Kamis (8/5/2017).

Kata Difi, kegiatan penukaran bersama 11 bank di lapangan Makodam diselenggarakan pada 13- 22 Juni 2017, setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis, pukul 09.30-12.00. Ada 11 bank umum terlibat dalam kegiatan penukaran bersama, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, Bank Syariah Mandiri, BCA, Bank Permata, Bank Muamalat, Bank Maspion, Bank Jatim, dan Maybank.

“Tujuan dari penyelenggaran kegiatan ini adalah meningkatkan pelayanan Bank Indonesia dan perbankan kepada masyarakat sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memerlukan pecahan uang kecil dan pecahan uang baru di momentum Ramadan dan Lebaran,” paparnya.

Pada layanan penukaran bersama, masyarakat yang menukar uang pecahan kecil dilayani tanpa dipungut biaya dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Mengingat kebutuhan masyarakat cukup tinggi, Bank Indonesia menggunakan paket maksimal penukaran sebesar Rp 3,7 juta per orang.

Rincian pecahan sebagai berikut, uang pecahan Rp 20 ribu sebanyak 100 lembar atau senilai Rp 2 juta, uang pecahan Rp 10 ribu sebanyak 100 lembar senilai Rp 1 juta, uang pecahan Rp 5 ribu sebanyak 100 lembar senilai Rp 500 ribu, dan uang pecahan Rp 2 ribu sebanyak 100 lembar senilai  Rp 200 ribu.

Bank Indonesia Jawa Timur mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan penukaran di outlet penukaran yang resmi dan menghindari melakukan penukaran pada jasa penukaran yang berada di pinggir jalan, serta selalu cermat dan teliti dalam menerima uang hasil penukaran terutama jika menggunakan layanan penukaran yang tidak resmi (bukan dari Bank Indonesia atau perbankan) untuk mengantisipasi beredarnya uang palsu.

Kata dia, masyarakat perlu memahami dan menerapkan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dalam bertransaksi yang menggunakan uang tunai.

“Selain itu, untuk menghindari risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar, masyarakat diharapkan untuk menggunakan alat pembayaran non tunai baik APMK (alat pembayaran menggunakan kartu), maupun uang elektronik dalam bertransaksi khususnya selama periode Ramadan dan Hari Raya Idhul Fitri 2017,” katanya. (wh)