Bank Indonesia Longgarkan Loan to Value KPR

Bank Indonesia Longgarkan Loan to Value KPR
ilustrasi foto: liputan6

Bank Indonesia (BI) akan melonggarkan aturan terkait loan to value (LTV) pada kredit pemilikan rumah (KPR). Dengan pelonggaran aturan LTV untuk KPR saja diperkirakan akan terdapat tambahan kredit baru sebesar Rp 80 triliun.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah menuturkan pihaknya saat ini tengah merampungkan revisi ketentuan aturan LTV bagi KPR dan KKB guna mendorong kredit pada kedua sektor tersebut. Untuk KPR, menurut dia, kelonggaran akan diberikan tidak hanya pada KPR untuk rumah pertama, tetap juga rumah kedua, ketiga, dan seterusnya. “Tetapi untuk KPR rumah pertama kelonggarannya akan lebih besar. Downpayment-nya bisa turun sekitar 10 persen. Untuk rumah kedua dan seterusnya juga akan ada kelonggaran tetapi tidak sebesar rumah pertama,” ujar Halim di Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Aturan Bank Indonesia terkait LTV tersebut pun diharapkan dapat rampung pada semester pertama tahun ini sehingga dapat mendorong penyaluran kredit pada tahun ini. “Dengan pelonggaran LTV untuk KPR diperkirakan akan ada tambahan kredit baru sekitar Rp 80 triliun,” terang dia.

Sebagai informasi, dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum dan PBI tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah diatur kebjakan terkait Loan to Value (LTV)/Financing to Value (FTV) untuk Kredit/Pembiayaan Pemilikan Properti (KPP/KPP iB), meliputi KPR/KPR iB, KPRS/KPRS iB, KPRukan/KPRukan iB, dan KPRuko/KPRuko iB, serta Kredit/Pembiayaan Konsumsi Beragun Properti (KKBP/KKBP iB).

Dalam aturan tersebut ditetapkan kredit maksimal yang diberikan bank maksimal untuk rumah pertama sebesar 80 persen untuk tipe rumah 22-70, dan 70 persen untuk tipe rumah diatas tipe 70. Untuk rumah kedua, ditetapkan batas maksimal pemberian kredit bank sebesar 70 persen untuk KPR tipe 21-70 dan kredit pemilikan rumah, serta 60 persen untuk KPR tipe diatas 70. Sedangkan untuk rumah ketiga dan seterusnya batas maksimal pemberian kredit bank sebesar 60 persen untuk KPR tipe 21-70 dan kredit pemilikan rumah, serta 50 persen untuk KPR tipe diatas 70. (bst)