Bank Indonesia Ajari Pelajar Sadar Rencanakan Keuangan

 

Bank Indonesia Ajari Pelajar Sadar Rencanakan Keuangan

Bank Indonesia tak puas hanya berfungsi sebagai bank sentral yang mengontrol kestabilan mata uang rupiah. Melalui BI Reach Out (BRO!), bank tertua di Indonesia itu juga mengajarkan masyarakat agar memahami pentingnya merencanakan keuangan. Terutama oleh para pelajar dan mahasiswa.

BRO! pada bulan Mei ini mengangkat tema Kampanye Edukasi Keuangan. Digelar di halaman Museum Bank Indonesia, Taman Mayangkara, Minggu (4/5/2014), mengenalkan berbagai produk keuangan kepada masyarakat sejak dini. “Ini juga dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan yang dilakukan oleh Bank Indonesia sekaligus memberikan literasi keuangan,” ujar Kepala Perwakilan BI Wilayah IV Jatim, Dwi Pranoto.

Literasi keuangan di tingkat mikro, sambungnya, merupakan fondasi ekonomi di tingkat makro. Masyarakat yang paham mengenai keuangan akan mempunyai kebiasaan menabung dan berinvestasi, serta lebih bijaksana dalam konsumsi dan berhutang. “Perilaku ini yang dibutuhkan untuk membentuk struktur ekonomi perekonomian yang kokoh,” imbuh Dwi.

Perilaku itu dibutuhkan mengingat kondisi inklusi keuangan di Jatim yang masih relatif terbatas dan lebih banyak terpusat di kota-kota besar. Dwi menyebutkan, salah satu indikator tingkat inklusi keuangan tercermin dari prosentasi jumlah rekening DPK dan rekening kredit terhadap jumlah penduduk. “Data Bank Indonesia menunjukkan, persentase jumlah rekening DPK dengan jumlah penduduk di Jatim masih mencapai 45 persen. Sedangkan persentase jumlah rekening kredit terhadap jumlah penduduk hanya sebesar 7 persen,” paparnya.

Lebih lanjut lagi, Dwi membeberkan fakta disparitas kondisi inklusi keuangan pada level kabupaten/kota. “Beberapa kota dengan tingkat inklusi keuangan (akses DPK dan kredit) tinggi adalah Surabaya, Malang, Kediri, Blitar, Madiun, Pasuruan, dan Probolinggo. Sementara kabupaten/kota lainnya memiliki tingkat inklusi keuangan di bawah level rata-rata inklusi keuangan di Jatim,” tukasnya.

Selain kampanye literasi keuangan, pameran edukasi keuangan dimeriahkan pula oleh 18 SMA/SMK di Surabaya dan Sidoarjo. Serta sosialisasi mengenai penggunaan e-money, diskusi mengenai perencanaan keuangan, dan kompetisi Racing Smart dengan tema kebanksentralan dan edukasi keuangan.

BI pun meresmikan Cafe Perpustakaan Bank Indonesia Mayangkara  Gellato Herlijk  bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Dwi Pranoto. Penambahan fasilitas cafe ini sebagai bentuk komitmen Bank Indonesia untuk menjadikan Perpustakaan Bank Indonesia salah satu pilihan lokasi kegiatan warga kota Surabaya.(wh)