Bank Export Indonesia Incar Pembiayaan Rp 53 T

Bank Export Indonesia Incar Pembiayaan Rp 53 T

PT Bank Export Indonesia (Indonesia Eximbank) mengincar pembiayaan Rp 53  triliun hingga akhir tahun ini seiring mulai bangkitnya perekonomian global. Selain membiayai sejumlah proyek hilir industri pengolahan di dalam negeri, Bank Export juga aktif mendorong  kredit ekspor sejumlah korporasi dan pembangunan konstruksi di luar negeri.

“Ke depan, kita siap membiayai pembangunan beberapa smelter, pengembangan kontruksi di beberapa negara yang ditangani kontraktor nasional dan beberapa proyek lainnya,” ujar Dirut BEI I Made Erata kepada pers dalam paparan kinerja perseroan di Jakarta, Jumat (4/4/2014).

Dia lalu mengungkapkan, kinerja yang baik dari perseroan meningkatkan kepercayaan sejumlah kreditor BEI dalam memberikan dukungan dana. “Saat ini, setidaknya ada 64 bank dan lembaga keuangan lokal dan internasional yang telah memberikan pinjaman,” kata Erata.

Hingga Maret 2014, total aset yang dimiliki BEI mencapai Rp 48,03 triliun, naik 41,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 33,9 triliun. Sementara  total pembiayaan hingga Maret 2014 mencapai Rp Rp 41,5 triliun, naik 47,11 persen dibanding pembiayaan per Maret 2013 yang mencapai Rp 28,2 triliun.

“Selama setahun terakhir, kredit maupun aset. BEI naik cukup signifikan,” tambahnya.

Peningkatan kinerja juga berimbas pada penghimpunan laba bersih perseroan. Tahun ini, BEI berharap bisa membukukan laba bersih Rp 1 triliun, naik dibanding realisasi laba bersih yang dihimpun tahun lalu yang mencapai Rp 821,6 milair. “Sampai dengan kuartal I, kita sudah membukukan laba bersih Rp 285,2 miliar,” katanya.

Untuk mendukung pembiayaan tahun ini, manajemen Bank Export Indonesia menyiapkan beberapa aksi korporasi, diantaranya penerbitan obligasi berkelanjutan senilai Rp 28 triliun dan USD 600 juta. Tahun ini akan diterbitkan obligasi tahap I senilai Rp 4 triliun dan USD 600. “Kita berharap bisa terealisasi semester  I 2014,” ujarnya.

Beberapa proyek yang digarap meliputi pembangunan unit pemurnian hasil tambang (smelter), salah satunya di Jatim, pembangunan jalan tol di Timor Timur.

“Prinsipnya, kita siap membiayai sepanjang memberikan daya dukung kepada korporasi lokal untuk bisa bersaing di pasar global,” paparnya.(wh)