Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

bank dunia

Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia. Pulihnya perekonomian AS dan menurunnya harga minyak dunia dinilai tidak mampu mengimbangi pelemahan ekonomi di Eropa dan China. Perekonomian dunia diperkirakan tumbuh 3 persen tahun ini, turun dari proyeksi sebelumnya (Juni) 3,4 persen demikian laporan Prospek Perekonomian Global yang dilansir Bank Dunia.
Laporan tersebt mengatakan volatilitas finansial, ketegangan geopolitik dan stagnasi di Eropa dan Jepang sebagai risiko utama yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dunia. “Pertumbuhan ekonomi dunia ibarat gerbong kereta besar yang ditarik oleh lokomotif tunggal, yaitu AS. Ini bukan kondisi yang baik bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Kepala Ekonom Bank Dunia Kaushik Basu.
Bank Dunia meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 3,2 persen dari proyeksi 3 persen yang dikeluarkan bulan Juni. Sementara itu, Eropa (19 negara) diproyeksi tumbuh 1,1 persen, turun dari proyeksi sebelumnya 1,8 persen. Sedang China, diperkirakan tumbuh 7,1 persen, turun dari 7,2 persen proyeksi sebelumnya. Jepang diperkirakan tumbuh 1,2 persen, turun dari 1,3 persen proyeksi sebelumnya.
Bank Dunia juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk 2016 menjadi 3,3 persen dari 3,5 persen. Bank Dunia juga memperkirakan harga minyak dunia turun 32 persen tahun ini. Dampak menurunnya harga minyak dunia diperkirakan minim, karena kepercayaan konsumen yang lemah hanya akan mendorong orang-orang untuk menabung , bukan belanja. (bst)